MUARO JAMBI, netinfo.id – Langkah Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dalam menata pengelolaan sumur minyak rakyat mendapat apresiasi dari Ketua Fraksi PAN DPRD Muaro Jambi, Robinson Sirait.
Kerja sama antara PT Muaro Jambi Unggul Perseroda dengan Pertamina dinilai menjadi momentum penting untuk mengubah aktivitas sumur minyak rakyat yang selama ini rawan dan belum tertata menjadi sektor yang lebih aman, profesional, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Robinson menyambut positif langkah tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa legalitas tidak boleh berhenti sebatas status administratif. Menurutnya, legalitas harus menjadi pintu masuk untuk membangun tata kelola yang profesional, transparan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini langkah yang sangat baik. Kita berharap kerja sama ini benar-benar memberikan kepastian kepada masyarakat, terutama para pekerja dan pengelola sumur minyak rakyat. Jangan sampai legalitas hanya sebatas administrasi, tetapi harus diikuti dengan pembinaan, pengawasan dan peningkatan kesejahteraan,” kata Robinson, Senin (24/8) siang.
Menurutnya, keterlibatan BUMD dalam pengelolaan sumur minyak rakyat dapat menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan potensi ekonomi sektor tersebut dikelola secara terarah dan memberikan manfaat yang lebih luas.
DPRD Muaro Jambi, kata Robinson, akan mendorong pemerintah daerah agar seluruh proses pengelolaan dilakukan secara transparan serta tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Dari sisi DPRD, kita tentu mendukung selama orientasinya jelas, yaitu masyarakat sejahtera, daerah mendapatkan manfaat dan negara juga memperoleh kontribusi. Yang paling penting, jangan mengabaikan keselamatan pekerja dan lingkungan,” ujarnya.
Keselamatan Pekerja Jadi Perhatian
Selain aspek ekonomi dan legalitas, Robinson menyoroti persoalan keselamatan kerja. Aktivitas di sumur minyak rakyat memiliki risiko tinggi apabila dilakukan tanpa standar operasional dan pengawasan yang memadai.
Karena itu, ia berharap kerja sama dengan Pertamina tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas dan pemahaman para pekerja di lapangan.











