JAMBI, netinfo.id – Dua petani, AK (65) dan Tauhid (T), tertunduk lesu setelah ditangkap Satgas Karhutla atas dugaan membuka lahan dengan cara dibakar di kawasan konservasi, Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Keduanya bersama seorang cucu yang masih di bawah umur diamankan petugas pada Rabu (2/9/2026). Mereka kemudian dibawa ke Mako Korem 042/Garuda Putih sebelum diserahkan kepada Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan.
AK tampak kebingungan saat turun dari mobil. Mengenakan batik yang terlihat lusuh, ia berjalan perlahan dengan kondisi kaki sedikit pincang. Wajahnya terlihat lesu setelah dibawa petugas dari lokasi kebakaran.
Tak lama kemudian, Tauhid juga turun dari mobil. Berbeda dengan AK, tangan Tauhid sempat diborgol sebelum akhirnya dibuka petugas. Keduanya kemudian berjalan beriringan menuju salah satu ruangan di Mako Korem 042/Garuda Putih.
Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin mengatakan, AK dan Tauhid diduga membuka lahan di kawasan konservasi untuk kepentingan pertanian.
Menurut Nyamin, petugas awalnya menemukan titik api di kawasan Desa Lubuk Bernai. Saat personel turun untuk melakukan operasi pemadaman, mereka mendapati AK dan Tauhid berada di lokasi kebakaran.
“Mereka mengaku itu adalah lahan mereka dan dibuka untuk berkebun. Tetapi itu adalah lahan konservasi, sehingga personel membawa mereka,” kata Nyamin.
Nyamin mengatakan, dugaan keterlibatan keduanya diperkuat dengan kondisi lahan yang terbakar merupakan area yang sebelumnya mereka buka. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor, peralatan pertanian, serta korek api.
Dalam waktu kurang dari satu hari, api membakar lahan hingga sekitar dua hektare.
“Mereka tidak mengakui membakar. Katanya tidak sengaja karena membakar. Tetapi mereka mengakui lahan itu mereka yang membuka,” jelas Nyamin.











