MUARO JAMBI, netinfo.id – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Wiranto, menyoroti pelaksanaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun Anggaran 2025 yang menjadi salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dalam meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Menurut Wiranto, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Oleh karena itu, setiap tahapan pembangunan SPAM harus direncanakan secara matang, tepat sasaran, serta didukung pengawasan yang optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia menegaskan, DPRD Muaro Jambi akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai proyek infrastruktur strategis, termasuk pembangunan dan pengembangan SPAM yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik.
“Program air bersih ini menyangkut kebutuhan mendasar masyarakat. Karena itu pelaksanaannya harus benar-benar diawasi agar berjalan sesuai tujuan dan manfaat yang telah direncanakan,” ujar Wiranto, Senin (2/3/2026).
Sorotan tersebut muncul seiring masih adanya berbagai persoalan pelayanan air bersih yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Muaro Jambi. DPRD menilai peningkatan kualitas sistem penyediaan air minum harus menjadi prioritas pemerintah daerah guna menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Dalam berbagai kesempatan, DPRD juga menerima laporan masyarakat terkait gangguan distribusi air bersih, kerusakan jaringan, hingga persoalan infrastruktur pendukung yang berdampak terhadap kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Untuk itu, Wiranto meminta seluruh tahapan proyek SPAM, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga pengawasan, dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, proyek dengan nilai investasi besar harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta meningkatkan cakupan layanan air bersih di daerah.
Selain itu, DPRD mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek keberlanjutan program, termasuk kesiapan sumber air baku, instalasi pengolahan air, jaringan distribusi, hingga dukungan pembiayaan operasional setelah proyek selesai dibangun.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menyiapkan rencana pembangunan intake air baku dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) sebagai bagian dari pengembangan sistem penyediaan air bersih.
Program tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran lebih dari Rp75 miliar dan diproyeksikan untuk memperkuat pelayanan air bersih di kawasan yang terus berkembang, terutama wilayah Mendalo dan sekitarnya.
Wiranto berharap proyek SPAM dapat menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan air bersih yang selama ini dihadapi masyarakat Kabupaten Muaro Jambi.
Ia juga menegaskan DPRD akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai perencanaan dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Yang paling penting adalah masyarakat benar-benar mendapatkan manfaat. Jangan sampai anggaran besar yang telah dialokasikan tidak diikuti peningkatan kualitas pelayanan air bersih yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Melalui pengawasan yang ketat serta sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah, proyek SPAM diharapkan mampu memperluas akses air bersih, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung pertumbuhan kawasan permukiman dan perekonomian di Kabupaten Muaro Jambi.(*)











