JAMBI, netinfo.id – Gubernur Jambi Al Haris, memberikan apresiasi atas terpilihnya kembali Saiful Rowandi, sebagai Kepala Ombudsman Perwakilan Jambi periode 2026-2031. Apresiasi tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dan arahan pada Pelantikan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (02/11/2026).
“Saya sangat mengapresiasi saudaraku Saiful yang kembali dipercaya oleh Ombudsman RI menakhodai Ombudsman Wilayah Jambi ini,” ujar Gubernur Al Haris.
Kepada Ketua Ombudsman RI H. Nuzran Joher Gubernur Al Haris juga menyampaikan bahwa pemilihan tersebut sudah wajar.
“Kalau beliau terpilih kembali itu sudah wajar. Selama beliau menjabat ini memang selain tegas ke OPD-OPD kami, beliau juga membina, koordinasinya bagus. Walaupun di Kerinci kampung beliau, tanya pak Wakil pun dia tegas juga,” kata Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris menegaskan, kehadiran Ombudsman sangat penting untuk membantu dan meringankan beban pemerintah sebagai pelayan masyarakat.
“Ombudsman itu hadir untuk membantu kita. Tugasnya apa, kalau kita lengah beliau ingatkan, kalau kita bengkok dia luruskan, kalau kita lupa dia sampaikan. Makanya ini penting. Saya ini kan ASN juga, saya merasakan itu,” ucap Gubernur Al Haris.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga menceritakan fenomena di lapangan yang masih membutuhkan pengawasan, dimana kinerja ASN terkadang hanya maksimal saat ada pimpinan.
“Misalnya kita turun lapangan, kalau datang Gubernur heboh semua, semua sibuk. Tapi saya cek lagi, saya pulang semua pulang lagi. Masih ada ASN kita yang suka kalau ada bos kerjanya luar biasa, kalau bos tidak ada kerjanya tidak luar biasa. Oleh karena itu perlu memang Ombudsman hadir mengawal kerja-kerja kita supaya berhasil mencapai tujuan,” tegas Gubernur.
Selain itu, orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut juga menyoroti sensitifnya publik dan netizen saat ini yang menuntut akuntabilitas.
“Publik ini luar biasa sensitif, netizen ini luar biasa sensitif, sedikit saja kita lengah dihajar luar biasa. Sebelum dihajar publik, alangkah baiknya diajar oleh Ombudsman duluan. Lebih baik kita diawasi oleh lembaga yang memang mengawasi kita. Sudah zamannya kita akuntabel, terbuka, transparan,” tutur Gubernur Al Haris.
Ia mencontohkan akuntabilitas penggunaan anggaran bantuan bencana dari Presiden yang harus diawasi dengan ketat.
“Bayangkan kami dapat bantuan Presiden untuk bencana, belum berani kita belanjakan itu sudah ramai. Artinya saya senang supaya ada yang mengawasi kemana uang itu, gunanya untuk apa, belanja apa. Karena itu kita harus terbuka, transparan, akuntabel,” sebutnya.
Gubernur Al Haris juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja tanpa harus menunggu pimpinan.
“Sudah mulai kita budayakan kerja yang tanpa pimpinan pun kita bekerja sesuai tugas masing-masing. Itu intinya,” tutur Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris juga mengajak seluruh OPD, instansi vertikal, BUMD, dan elemen masyarakat untuk memedomani ketentuan pemerintahan dan bekerja sama dengan Ombudsman demi meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
Ia menilai kehadiran Ombudsman telah membantu peningkatan pelayanan di Jambi, dan berharap pembinaan berkelanjutan pada tingkat kabupaten/kota dan bawahannya agar capaian yang baik dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan











