JAMBI, netinfo.id – Realisasi investasi Kota Jambi menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang 2026. Hingga Triwulan III, nilai investasi yang masuk mencapai sekitar Rp1,530 triliun atau 101,41 persen dari target tahunan sebesar Rp1,509 triliun. Capaian tersebut tidak hanya melampaui target, tetapi juga memperlihatkan peningkatan aktivitas penanaman modal di Kota Jambi.
Lonjakan paling mencolok terjadi pada Triwulan III 2026. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui aplikasi Satu Data BKPM, realisasi investasi pada periode tersebut mencapai Rp896,78 miliar. Angka ini meningkat Rp729,80 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang tercatat sebesar Rp166,98 miliar.
Dengan demikian, pertumbuhan investasi secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 437,06 persen, atau lebih dari lima kali lipat dibandingkan Triwulan III tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi, Abu Bakar, menyampaikan capaian tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/10/2026).
“Alhamdulillah, pertumbuhan investasi Kota Jambi terus meningkat. Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melalui aplikasi Satu Data BKPM, realisasi investasi Kota Jambi di kuartal ketiga tahun ini mencapai Rp896,78 miliar. Angka ini meningkat sebesar Rp729,80 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp166,98 miliar,” ujarnya.
Target Tahunan Terlampaui Sebelum Akhir Tahun
Abu Bakar mengatakan, capaian investasi hingga Triwulan III menjadi perkembangan positif bagi perekonomian Kota Jambi. Pasalnya, realisasi investasi telah melampaui target yang ditetapkan untuk sepanjang 2026, meskipun tahun anggaran masih menyisakan sekitar dua bulan.
Dari target sebesar Rp1,509 triliun, realisasi investasi telah mencapai sekitar Rp1,530 triliun. Artinya, terdapat kelebihan capaian sekitar Rp21,34 miliar atau 1,41 persen di atas target tahunan.
“Yang juga patut kita syukuri, akumulasi realisasi investasi Kota Jambi hingga Triwulan III 2026 telah mencapai sekitar Rp1,530 triliun, atau setara dengan 101,41 persen dari target tahunan. Artinya, target realisasi investasi tahun 2026 sudah berhasil kita lampaui, dengan capaian sekitar Rp21,34 miliar di atas target,” katanya.
Ia optimistis realisasi investasi masih berpeluang meningkat hingga akhir tahun, seiring tren pertumbuhan yang menunjukkan perkembangan positif.
Menurut Abu Bakar, capaian tersebut tidak terlepas dari upaya Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat tata kelola perizinan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kepastian berusaha dan kemudahan dalam mengakses layanan perizinan juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan kepercayaan pelaku usaha.
“Pertumbuhan investasi sebesar 437,06 persen pada Triwulan III 2026 ini tidak hanya mencerminkan peningkatan nilai investasi, tetapi juga menjadi indikator positif atas semakin kuatnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi ekonomi daerah, kepastian berusaha, serta kualitas pelayanan perizinan yang terus kami tingkatkan,” jelasnya.
Dorong Investasi Berkualitas dan Penciptaan Lapangan Kerja
Ke depan, DPMPTSP Kota Jambi akan terus memperkuat kualitas pelayanan perizinan sekaligus mendorong kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Pelaporan LKPM dinilai penting untuk memastikan perkembangan investasi dapat terpantau secara akurat. Dengan data yang baik dan pelayanan yang semakin efektif, pemerintah daerah dapat memperkuat upaya menciptakan iklim usaha yang kompetitif serta mendukung keberlanjutan investasi.
Abu Bakar menegaskan, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya nilai penanaman modal yang masuk. Lebih dari itu, investasi diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah dan masyarakat.
“Penguatan pelayanan perizinan, kemudahan berusaha, dan kepatuhan pelaporan LKPM merupakan bagian penting dalam memastikan investasi tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah,” ungkapnya.
Ia berharap investasi yang masuk ke Kota Jambi dapat mendorong ekspansi usaha, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing daerah.
“Kita berharap setiap investasi yang masuk ke Kota Jambi dapat mendorong ekspansi usaha, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing Kota Jambi sebagai pusat perdagangan dan jasa,” pungkasnya.
Pertumbuhan realisasi investasi tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas penanaman modal dan dinamika ekonomi daerah. Dengan posisi strategis sebagai pusat perdagangan dan jasa, Kota Jambi memiliki peluang untuk terus mengembangkan potensi ekonominya melalui iklim usaha yang kondusif, pelayanan perizinan yang berkualitas, dan investasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.(*)











