DaerahPeristiwa

Tercekik Asap Karhutla Jambi, Balita Dua Tahun Batuk Berbulan-bulan, Puluhan Ribu Warga Terserang ISPA

×

Tercekik Asap Karhutla Jambi, Balita Dua Tahun Batuk Berbulan-bulan, Puluhan Ribu Warga Terserang ISPA

Sebarkan artikel ini

JAMBI, netinfo.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi tak kunjung padam. Asap pekat terus menyelimuti permukiman, mengancam kesehatan jutaan warga, mengganggu aktivitas sehari-hari, hingga memaksa sekolah menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar.

Di tengah kepungan asap, Anjeli, balita berusia dua tahun, harus menanggung dampak buruk kebakaran yang berlangsung berbulan-bulan. Batuknya tak kunjung sembuh, bahkan terkadang sampai muntah.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan pembuluh darah pada paru-paru Anjeli tampak menonjol. Sementara itu, terdapat bayangan di bagian tengah paru-paru kanan dan kiri yang berkaitan dengan infeksi paru.

“Batuk nggak sembuh-sembuh, kadang sampai muntah. Kata dokternya, pengaruh asap kebakaran,” ungkap Purba, ayah Anjeli.

Sejak Juli 2026, keluarga Anjeli bersama warga Dusun Trans III, Desa Sepintun, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, hidup dalam kepungan asap kebakaran. Wilayah tempat tinggal mereka terdampak kebakaran di area konsesi PT Alam Lestari Nusantara (ALN), anak perusahaan PTPN III.

Berdasarkan analisis citra satelit GIS WALHI Jambi, luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 2.500 hektare. Kebakaran yang tak kunjung teratasi membuat warga terus terpapar asap, sementara kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan semakin meningkat.

“Asap nggak ilang-ilang, ALN kebakaran terus,” keluh Purba.

Asap Menyebar, Warga Kota Jambi Ikut Terdampak

Dampak kabut asap tak hanya dirasakan warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran. Masyarakat Kota Jambi juga harus menghadapi udara yang kian tercemar.

Hanafia, perempuan berusia 30 tahun, mengaku telah seminggu mengalami pusing dan sakit tenggorokan. Kondisinya membuat ia harus mengonsumsi obat dari puskesmas.

“Minggu ini kabutnya pekat banget. Napas jadi sesak,” tuturnya.

Keluhan tersebut menjadi gambaran bagaimana kabut asap mengusik kesehatan masyarakat. Udara yang tercemar membuat warga harus menjalani aktivitas di tengah kekhawatiran akan gangguan pernapasan.

READ  Motor Parkir di Teras Rumah Raib, Pelaku Curanmor Ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polres Tebo

Hampir 27 Ribu Kasus ISPA dalam Sebulan

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat, sepanjang September 2026, jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mencapai 26.957 orang.

Kota Jambi menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak. Dalam periode Agustus hingga 24 September 2026, tercatat sebanyak 9.281 orang mengalami gangguan pernapasan.

Angka tersebut memperlihatkan besarnya beban kesehatan yang dihadapi masyarakat di tengah bencana asap. Anak-anak, termasuk balita seperti Anjeli, menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus karena masih rentan terhadap dampak pencemaran udara.

Selama kebakaran belum sepenuhnya padam, warga harus menghadapi ancaman asap yang terus berulang. Bagi keluarga Anjeli, persoalannya bukan sekadar udara yang mengganggu pandangan, melainkan juga batuk berkepanjangan dan kekhawatiran terhadap kesehatan anak mereka.

Di tengah luasnya lahan yang terbakar dan tingginya angka gangguan pernapasan, penanganan kebakaran serta perlindungan kesehatan warga menjadi kebutuhan mendesak.(*)