Sebelumnya, Ketua Umum PBMA KH Jazuli Juwaini dalam audiensi dengan Penasihat Khusus Presiden Bidang Polhukam itu mengemukakan bahwa Mathla’ul Anwar memiliki modal dasar yang kuat dari sisi historis maupun peran keumatan dan kebangsaan.
“Sebagai salah satu Ormas Islam tertua yang lahir pada tahun 1916, Mathla’ul Anwar mengokohkan diri sebagai Ormas Islam ahlussunnah wal jamaah yang menyebarkan nilai-nilai ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” katanya dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu.
Ia juga menjelaskan bahwa Mathla’ul Anwar terus menguatkan perannya melalui tiga pilar utama, yakni pendidikan, dakwah, dan sosial dengan dukungan sumber daya organisasi yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air.
Sementara itu Sekretaris Jenderal PBMA Yanuar Arif Wibowo menyatakan, Mathla’ul Anwar akan terus mendukung Pemerintah dalam membangun bangsa dan negara, sekaligus memberikan kritik yang membangun demi penyempurnaan kebijakan yang didedikasikan untuk kepentingan masyarakat.
Selain membahas arah strategis organisasi, KH Jazuli Juwaini juga memanfaatkan momen pertemuan itu untuk menyampaikan undangan resmi pelantikan pengurus baru PBMA kepada Penasehat Khusus Presiden Bidang Polhukam.
Acara Pelantikan Pengurus PBMA periode 2026-2031 itu sendiri dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026, bertempat di salah satu ikon bersejarah Jawa Barat, yakni Gedung Sate di Kota Bandung.
Jajaran pimpinan PBMA berharap Jenderal Wiranto dapat meluangkan waktu untuk hadir dan menyaksikan langsung prosesi pengukuhan yang akan menandai dimulainya babak baru perjuangan Mathla’ul Anwar dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial di Indonesia untuk lima tahun ke depan. (*)











