AdvetorialDaerahHeadlinePendidikan

Wawako Diza Dorong Calon Guru FKIP UNJA Bangun Creative Mindset dan Jadi Pendidik Berdampak

×

Wawako Diza Dorong Calon Guru FKIP UNJA Bangun Creative Mindset dan Jadi Pendidik Berdampak

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha saat menyampaikan materi pada Seminar Nasional FKIP Fair bertajuk “Gen Z to Great Teacher” di Universitas Jambi, Kabupaten Muaro Jambi.

Pendidikan Harus Berangkat dari Kebutuhan

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa membahas berbagai persoalan pendidikan, termasuk pengembangan kurikulum yang sesuai dengan karakter generasi muda serta penyusunan program pendidikan yang inovatif dan tepat sasaran.

Menanggapi hal tersebut, Diza menekankan pentingnya evaluasi dan survei sebelum sebuah program dilaksanakan. Menurutnya, program pendidikan maupun program pemberdayaan masyarakat harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

“Penting melakukan evaluasi dan, jika diperlukan, survei agar tingkat akurasi program benar-benar tinggi,” jelasnya.

Diza juga memperkenalkan sejumlah program Pemerintah Kota Jambi yang berkaitan dengan pemberdayaan generasi muda dan masyarakat, di antaranya Balai Latihan Kerja (BLK) Tematik untuk meningkatkan keterampilan anak muda serta program BanHarkat yang memberikan dukungan permodalan bagi pelaku UMKM.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya memiliki tanggung jawab membangun infrastruktur, tetapi juga perlu membuka akses terhadap keterampilan, kesempatan dan dukungan ekonomi agar generasi muda dapat berkembang serta mandiri.

“Mudah-mudahan kehadiran kami dari pemerintah tidak hanya menjadi inspirasi, tetapi juga memberikan masukan dan menanamkan ide bagi teman-teman yang nantinya akan memberikan edukasi kepada generasi penerus,” ujarnya.

Menjadi Learning Creator di Era AI

Sementara itu, Dr. Irvan Budhi Handaka, M.Pd., dalam paparannya membahas perubahan pola belajar di era kecerdasan buatan. Menurutnya, sumber pengetahuan peserta didik kini semakin beragam.

Peserta didik tidak lagi hanya mengandalkan guru dan buku, tetapi juga memanfaatkan Google, YouTube, media sosial, komunitas hingga teknologi AI sebagai sumber belajar.

Namun, perkembangan teknologi tetap membutuhkan peran manusia. Kemampuan membangun empati, karakter, keteladanan dan memberikan bimbingan menjadi aspek penting dalam pendidikan yang tidak sepenuhnya dapat digantikan teknologi.

Seminar “Gen Z to Great Teacher” menjadi ruang bagi mahasiswa FKIP UNJA untuk memahami perubahan profesi guru di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan global.

READ  Diduga Hendak Tawuran, Lima Pelajar Diamankan Polisi di Jambi Selatan

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong mempersiapkan diri menjadi pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga kreatif, adaptif dan inspiratif serta mampu membentuk karakter generasi masa depan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pesan utama bagi calon guru adalah bahwa dunia pendidikan akan terus berubah. Namun, kebutuhan peserta didik terhadap bimbingan, inspirasi, empati dan keteladanan akan tetap menjadi bagian penting dari peran seorang guru.(netinfo.id/Adv)