Booster dan Jaringan Pipa Dibangun
Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi Arianto mengatakan pihaknya tengah melakukan pembenahan sistem distribusi di sejumlah wilayah yang mengalami gangguan pengaliran.
Untuk kawasan Mayang dan Purnama, pemasangan mesin booster dan jaringan pipa saat ini sedang dilakukan. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu.
“Insya Allah kalau dalam waktu seminggu, dua minggu selesai, mungkin di bulan November pengaliran akan perlahan stabil,” ujar Arianto.
Dengan beroperasinya booster dan jaringan pipa secara optimal, waktu pengaliran air kepada pelanggan diharapkan meningkat secara bertahap.
Saat ini, sebagian wilayah hanya mendapatkan aliran air sekitar empat jam pada malam hari. Setelah sistem diperbaiki, durasi pengaliran ditargetkan meningkat menjadi delapan jam hingga maksimal 16 jam.
“Yang saat ini wilayah sini hanya mengalir di malam hari empat jam, mungkin akan meningkat delapan jam dan akhirnya bisa sampai 16 jam secara optimal,” jelasnya.
Warga Diminta Aktif Melapor
Untuk masyarakat yang belum menjadi pelanggan Perumdam Tirta Mayang, penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan Pemkot Jambi. Perumdam bersama pemerintah daerah juga membentuk pola kerja sama melalui satuan tugas untuk merespons laporan warga yang membutuhkan pasokan air bersih.
Arianto mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air agar segera menyampaikan laporan melalui ketua RT, lurah, maupun perangkat pemerintah setempat.
“Jadi masyarakat bisa berkomunikasi dan melaporkan dengan Pak Lurah, dan laporan tersebut akan kita tindak lanjuti untuk nonpelanggan,” katanya.
Diza menegaskan, ketersediaan air bersih menjadi salah satu perhatian utama Pemkot Jambi di tengah kondisi cuaca yang memicu kekeringan di sejumlah wilayah.
Pemerintah, kata dia, tidak hanya menunggu laporan masyarakat, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi dan mencari solusi bersama.
“Kalau ditanya permasalahan yang timbul paling besar di Kota Jambi saat ini, menurut saya memang kekeringan air yang disebabkan oleh kondisi cuaca sekarang,” ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi Pemkot Jambi, Perumdam Tirta Mayang, Forkopimda, BPBD, Damkar, Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, serta seluruh OPD terkait dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak.
“Mudah-mudahan langkah-langkah yang sudah diambil Pemerintah Kota Jambi, bekerja sama dengan seluruh Forkopimda termasuk PDAM, dapat meringankan persoalan yang dirasakan masyarakat Kota Jambi,” pungkas Diza.(*)











