Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mempertahankan nilai-nilai budaya agar tidak terkikis dalam sikap dan perilaku masyarakat sehari-hari.
“Berkebudayaan maju merupakan salah satu aspek penting untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” tegasnya.
Salah satu poin krusial yang disampaikan Wagub adalah visi mengenai peran Taman Mini Melayu Jambi (TMMJ). Ia memproyeksikan TMMJ sebagai pusat edukasi dan promosi keberagaman budaya Jambi, serupa dengan peran TMII di tingkat nasional.
Beberapa fungsi strategis TMMJ yang diharapkan meliputi: Ruang Interaksi Menjadi wadah konkret pertemuan antar budaya daerah Jambi.Memberikan wawasan kepada generasi muda melalui anjungan – anjungan setiap kabupaten/ kota, Mencegah hilangnya identitas lokal di tengah gempuran tren dunia.
Menutup sambutannya, Wagub Abdullah Sani berharap efek domino dari kegiatan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam sektor industri kreatif dan pariwisata.
“Dengan mengucap Alhamdulillahirabbilalami,Pekan Seni Budaya Sepucuk Adat Serumpun Pseko Kabupaten Sarolangun secara resmi saya nyatakan ditutup. Semoga membawa efek berganda bagi kemajuan daerah,” pungkasnya. (*)











