Adzan mengisahkan kecelakaan itu terjadi pada Kamis malam 5 September 2024. Saat itu dia diminta oleh mandor untuk membantu memadamkan api yang membakar serbuk kayu olahan di areal dalam pabriknya. Adzan diminta segera memindahkan serbuk kayu yg belum terbakar.
Meski api sudah besar. Sebagai karyawan yang baik dia tetap mencoba menyeberang ke arah mandor dengan melewati serbuk kayu yang permukaannya terlihat belum terbakar.
Saat itulah Adzan terjebak lantaran tumpukan serbuk kayu yang ia lewati ternyata sudah menyala di bagian bawahnya.
Tubuh kurusnya seketika ambruk dan dilahap bara api. Kedua kakinya, lutut, paha, punggung dan wajahnya kini cacat permanen. Tangan kirinya tak lagi berbentuk. Pun jari – jari kedua kakinya.
Linda merisaukan masa depan anak kesayangannya itu. Dia berharap ada pihak yang berkenan membantunya memperjuangkan hak – haknya.
Dengan kondisi Adzan saat ini Linda pesimis anaknya itu bisa bekerja di tempat lain kecuali membuka usaha sendiri sesuai keadaan fisiknya.
“Kami orang miskin, tidak tahu harus minta tolong pada siapa. Kami berharap ada yang mau membantu agar anak kami mendapatkan hak – haknya dan meluruskan kronologi kejadiannya sebenarnya,” kata Linda penuh harap.(*)











