Lebih lanjut, Iwan menyampaikan bahwa pembangunan jalan tol juga membuka peluang pemanfaatan lahan nonproduktif di sepanjang koridor jalan untuk mendukung sektor pertanian.
“Dengan adanya tol ini nanti akan ada luas lahan non produktif, Pak Wapres, yang bisa dikonversi menjadi lahan pertaniannya hampir 896 ribu,” jelas Iwan.
Menurutnya, ruas Tol Betung–Jambi juga akan menjadi alternatif mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.
“Jadi harapannya, ketika tol ini jadi, itu ada alternatif untuk pergerakan dari arah Batanghari sisi selatan ke sisi utara, jadi akan lebih menggiatkan roda perekonomian dari Provinsi Jambi itu sendiri,” pungkasnya.
Menanggapi paparan tersebut, Wapres menegaskan pentingnya penyelesaian pembangunan jalan tol sesuai target guna mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat konektivitas antardaerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kita pastikan progres pembangunannya berjalan optimal sehingga selesai sesuai target dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Wapres.
Usai menerima paparan, Wapres meninjau langsung segmen ruas Tol Betung–Jambi dengan berkendara melalui jalur yang tengah dibangun sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) berjalan sesuai rencana.
Sebagai informasi, Jalan Tol Betung–Jambi memiliki panjang sekitar 170 kilometer yang menghubungkan Provinsi Sumatra Selatan dan Jambi. Hingga saat ini, sepanjang 52 kilometer ruas tol telah rampung dibangun, sedangkan penyelesaian keseluruhan proyek ditargetkan pada 2027.
Dalam peninjauan ini, Wapres didampingi oleh Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Musi Banyuasin M. Toha Tohet, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Jambi Robert E. Sihotang, Plt. Sekretaris Wapres Al Muktabar, dan Staf Khusus Wapres Achmad Adhitya.(*)











