namun lagi-lagi malam itu juga, korban kembali dibawa lagi keluar pesantren ke salah satu rumah warga dekat pesantren dengan tujuan untuk diobati.
“Saat sadar sempat dibawa ke Kota Jambi tujuan mau diobati namun tidak ada diobati dan malamnya balik ke pesantren saya dibawa lagi ke salah satu rumah warga untuk diobati namun hanya dioleskan madu saja,” terangnya.
Saat kamis sampai jumat 9 oktober 2026, korban sempat ingin mau balik kerumah karena teringat kepada orang tua kandung, namun oknum guru menganiaya menahan di pesantren sampai mata korban sembuh dan sabtunya korban balik kerumah secara diam-diam setelah diantar teman dengan alasan berobat.
“Saya tidak tahan lagi dan saya balik kerumah diantarkan teman dengan alasan berobat,” tuturnya.(*)











