4. Kurangi kecepatan dan jaga jarak aman
Jangan memacu kendaraan ketika jarak pandang terbatas. Pertahankan jarak aman dengan kendaraan di depan agar tersedia waktu yang cukup untuk merespons apabila terjadi pengereman atau perubahan kondisi secara tiba-tiba. Pengendara dapat menggunakan patokan jarak sekitar lima detik dengan kendaraan di depan.
5. Hindari menyalip ketika jarak pandang terbatas
Kabut membuat pengendara lebih sulit mengetahui kondisi di depan maupun kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Karena itu, sebaiknya tidak melakukan manuver menyalip apabila kondisi belum memungkinkan.
6. Perhatikan rambu lalu lintas
Saat jarak pandang masih memungkinkan, gunakan marka jalan dan rambu sebagai panduan untuk menjaga posisi kendaraan tetap berada pada jalurnya. Tetap fokus terhadap kondisi jalan dan lingkungan sekitar.
7. Cari tempat aman jika kabut semakin tebal
Apabila kabut semakin pekat hingga jarak pandang menjadi sangat terbatas, jangan memaksakan diri untuk terus berkendara. Segera cari tempat yang aman untuk berhenti dan tunggu hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.
Hindari berhenti di tengah jalan atau lokasi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Kondisi berkabut memang tidak selalu dapat diprediksi, tetapi risiko berkendara dapat diminimalkan dengan menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak, memastikan visibilitas tetap baik, serta tidak memaksakan diri ketika kondisi jalan sudah tidak memungkinkan.
Yuk, selalu #Cari_Aman dan jadikan keselamatan sebagai prioritas setiap kali berkendara.










