Pihak agen PT Top Gas Sejahtera melalui perwakilannya, Dewi, turut memberikan penjelasan. Ia memastikan proses penyaluran elpiji ke pangkalan tetap berjalan normal sejak Kristina mengambil alih operasional.
“Masalah yang terjadi murni persoalan internal keluarga. Dari sisi administrasi dan suplai elpiji, semuanya masih sesuai ketentuan,” ujarnya.
Dewi menambahkan bahwa kontrak pangkalan tersebut akan berakhir pada Desember 2025. Agen akan melakukan evaluasi sebelum menentukan apakah kerja sama dilanjutkan atau dialihkan kepada pihak lain.
“Keputusan final akan diambil sebelum kontrak habis,” katanya.
Sementara itu, SDM Gas III Jambi, M. Ryan Primananda, turut mengonfirmasi adanya laporan terkait situasi tersebut. Ryan memastikan suplai elpiji ke pangkalan masih berjalan sebagaimana mestinya hingga masa kontrak berakhir.
“Distribusi tidak terhenti. Pangkalan masih aktif dan seluruh perizinan dinyatakan lengkap,” tegasnya.(*)











