Terlebih beberapa waktu sebelumnya telah terjadi pembobolan dana nasabah akibat serang hacker, yang tentu saja berdampak pada pengembangan dan kepercayaan nasabah kepada Bank Jambi.
“Kami dan BPD-BPD se-Indonesia, berusaha agar kejadian serupa tidak terulang, sehingga diperlukan penguatan perlindungan informasi dan transaksi elektronik bagi nasabah setia kami,” terangnya.
Disamping tetap menjalin koordinasi bukan saja dengan Bank Indonesia namun juga kepada Otoritas Jasa Keuangan, selaku regulasi perbankan di Indonesia.
“Kita sama-sama berharap tidak terjadi lagi kejadian serupa, dan kami pun berharap kepercayaan penuh dari nasabah Bank Jambi, yang selama ini telah menyimpan uangnya di Bank Jambi,” tandasnya.(*)











