Program tersebut mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun lingkungan yang harmonis, aman, bersih, dan penuh semangat kebersamaan.
Maulana menilai, semangat yang terkandung dalam Program Kampung Bahagia sejalan dengan amanat yang disampaikan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, dalam pidato nasional Hari Lahir Pancasila 2026.
Dalam pidatonya, Kepala BPIP menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology, bukan sekadar simbol yang terpajang di dinding kantor maupun tertulis dalam buku sejarah.
“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan dan tindakan nyata yang dirasakan masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat nasional Hari Lahir Pancasila 2026.
Lebih lanjut, Maulana menegaskan bahwa Pancasila harus terus menjadi perekat bangsa, pondasi negara, sekaligus ideologi yang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pancasila adalah perekat bangsa, pondasi negara dan ideologi yang harus terus kita jaga bersama. Mudah-mudahan nilai-nilai Pancasila selalu hidup dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi kekuatan dalam menjaga NKRI yang kita cintai,” katanya.
Pada kesempatan itu, Maulana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kota Jambi.
Pemerintah Kota Jambi berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program nasional sekaligus memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek pembangunan demi mewujudkan masyarakat yang maju, harmonis, dan sejahtera.(*)











