Dari total 28 peserta, sebanyak enam orang berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dua orang dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan 20 peserta lainnya berasal dari Kota Jambi serta kabupaten lain di Provinsi Jambi.
Ahmad Ramadlan menambahkan, peluang kerja sama lanjutan akan dibahas sesuai dengan rencana program perusahaan dan ketentuan yang berlaku, sehingga pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Ketua Harian Dekranasda Provinsi Jambi, Dra. Luthpiah, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan dilaksanakan selama lima hari, mulai 3 hingga 7 November 2026, dengan materi teori dan praktik pengembangan batik kontemporer.
Selain mendapatkan pelatihan dari tenaga ahli, peserta juga memperoleh fasilitas akomodasi, konsumsi, penggantian biaya transportasi dari daerah asal, serta uang harian selama kegiatan berlangsung.
Ia menyampaikan apresiasi kepada PetroChina International Jabung Ltd atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan potensi kerajinan daerah, khususnya pelestarian dan pengembangan batik Jambi.
“Pelatihan batik kontemporer ini bukan sekadar kegiatan untuk meningkatkan keterampilan membatik, tetapi juga merupakan upaya melestarikan warisan budaya daerah sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan kreativitas baru dalam pengembangan wastra Jambi,” ujarnya.
Ketua Dekranasda Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Diah Utami Muslimin Tanja, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada enam perajin dari daerahnya untuk mengikuti pelatihan batik kontemporer tersebut.
Menurutnya, dukungan PetroChina International Jabung Ltd sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Tanjung Jabung Timur menjadi bentuk komitmen nyata dalam mendukung pengembangan batik dan pelaku UMKM di daerah.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena Kabupaten Tanjung Jabung Timur mendapatkan porsi enam peserta dalam pelatihan ini. PetroChina memang memiliki komitmen untuk mendukung pengembangan batik dan UMKM yang ada di Tanjung Jabung Timur,” ujarnya.
Ia berharap, melalui pelatihan batik kontemporer ini, para perajin di Tanjung Jabung Timur dapat terus meningkatkan kemampuan dan kreativitas dalam menghasilkan motif-motif baru yang lebih orisinal, segar, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Dikatakannya, pengembangan motif batik menjadi salah satu langkah penting agar batik Tanjung Jabung Timur semakin dikenal, memiliki ciri khas tersendiri, serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Dengan adanya pelatihan ini, mudah-mudahan para perajin batik di Tanjung Jabung Timur semakin berkembang, mampu menciptakan motif-motif baru yang lebih orisinal dan segar, serta meningkatkan kualitas produk batik daerah,” harapnya.
Ia juga mengapresiasi Dekranasda Provinsi Jambi dan PetroChina International Jabung Ltd yang telah membuka ruang peningkatan kapasitas bagi para perajin, sehingga ke depan batik daerah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat. (*)











