Perputaran Ekonomi UMKM Capai Rp1,6 Miliar
Di balik kemeriahan MTQH ke-55, dampak positif terhadap perekonomian masyarakat juga mulai terlihat. Salah satu sektor yang merasakan manfaat langsung adalah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Maulana mengungkapkan, perputaran uang dari aktivitas UMKM selama beberapa hari pelaksanaan MTQH telah mencapai sekitar Rp600 juta. Sementara itu, secara keseluruhan, transaksi UMKM yang terlibat dalam kegiatan Pemerintah Kota Jambi diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp1,6 miliar.
Angka tersebut bahkan belum termasuk aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan Tugu Keris Siginjai maupun pelaku usaha kuliner di sejumlah lokasi lainnya.
“Manfaatnya besar sekali. Dari sektor UMKM yang ada di Pemkot saja bisa sampai Rp1,5 miliar sampai Rp1,6 miliar. Itu yang UMKM, di luar PKL rutin di Tugu Keris, di luar kuliner yang penuh terus oleh saudara-saudara kita, baik kafilah, ofisial maupun warga yang menyaksikan keseruan dan kesemarakan MTQH ini,” jelasnya.
Geliat ekonomi tersebut juga terlihat dari meningkatnya aktivitas sektor perhotelan dan kuliner. Maulana menyebut sejumlah hotel yang dikunjunginya terisi penuh. Begitu pula pusat-pusat kuliner yang ramai dipadati peserta, ofisial, dan masyarakat dari berbagai daerah.
“Saya tadi kunjungan ke beberapa hotel, penuh. Kuliner-kuliner jam makan siang, jam makan malam penuh. Banyak plat luar Kota Jambi yang menikmati ini. Sebuah geliat ekonomi yang insyaallah pertumbuhan ekonomi kita bisa naik lagi setelah kemarin mengalami kontraksi akibat kondisi alam,” pungkasnya.
Keberhasilan penyelenggaraan MTQH ke-55 diharapkan menjadi bukti bahwa Kota Jambi mampu menjadi tuan rumah kegiatan berskala besar. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan dapat memperkuat citra Kota Jambi sebagai daerah yang terbuka, ramah bagi para tamu, serta memiliki potensi besar sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan ekonomi di Provinsi Jambi.











