DaerahPolitik

Konfercab GP Ansor Batang Hari Dibuka, Sahabat Sultoni Terpilih Menjadi Ketua

×

Konfercab GP Ansor Batang Hari Dibuka, Sahabat Sultoni Terpilih Menjadi Ketua

Sebarkan artikel ini

“Ansor harus terus tumbuh melalui kaderisasi. Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu menyiapkan generasi berikutnya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Bupati Batang Hari, Sahabat Fadhil Arief, menyampaikan dukungan terhadap keberadaan GP Ansor di Kabupaten Batang Hari. Ia berharap Ansor dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah, khususnya dalam bidang kepemudaan, sosial, pendidikan dan keagamaan.

Menurut Fadhil, pemerintah membutuhkan energi positif dari organisasi kepemudaan untuk bersama-sama menghadapi berbagai persoalan masyarakat.

“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi. Karena itu, keberadaan GP Ansor sangat penting dalam ikut menjaga kondusivitas dan membangun Batanghari,” ujarnya.

Konfercab PC GP Ansor Batang Hari diharapkan menghasilkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen kader dan menghadirkan program-program nyata bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan, Konfercab menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen bersama bahwa Ansor harus terus bergerak, kaderisasi harus terus berjalan, dan pengabdian kepada umat, bangsa serta Nahdlatul Ulama harus menjadi garis perjuangan bersama.

Berbeda dalam forum adalah dinamika. Bersatu setelah keputusan adalah karakter organisasi. Satu barisan, satu komando, satu perjuangan.

Setelah acara pembukaan Konfercab selesai, seluruh peserta berpindah ke Pondok Pesantren Daarussyafi’iyah Desa Kampung Pulau Kecamatan Pemayung,Batang Hari untuk mengikuti sidang-sidang resmi.

Rangkaian sidang pleno kemudian membahas tata tertib, serta sidang-sidang komisi. Puncaknya adalah pemilihan ketua baru yang berlangsung secara musyawarah mufakat, menghasilkan Sahabat Sultoni, S.IP sebagai Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang Hari terpilih untuk masa khidmat 2026–2030.(*)

READ  Sekda Sudirman Tekankan Rejuvenasi Organisasi Kepemudaan untuk Hadapi Tantangan Industri dan Teknologi