Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada jaringan kabel di salah satu bedeng. Api dengan cepat membesar akibat material bangunan yang mudah terbakar serta tiupan angin yang cukup kencang.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh salah seorang penghuni yang saat itu sedang memandikan anaknya. Ia melihat api sudah membesar di bedeng sebelah dan segera meminta pertolongan warga.
Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember, namun kobaran api semakin tak terkendali hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut melalui call center 112 dan layanan WhatsApp Damkar.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, di antaranya akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan manuver armada, serta banyaknya warga yang berkerumun di lokasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menghalangi akses petugas dan tidak berada terlalu dekat dengan lokasi kejadian demi keselamatan bersama,” tegas Mustari.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, satu warga bernama Jeni (50) mengalami syok dan telah mendapatkan penanganan dari tim PSC 119 sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Royal untuk perawatan lebih lanjut.(*)











