“Kami sudah berdiskusi dengan lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Ketua RT agar keluarga tersebut mendapatkan perhatian, pembinaan, serta pendampingan sehingga pendidikan anak-anaknya dapat terus berjalan,” ungkapnya.
Kajati Sugeng menilai peringatan Hari Keluarga Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak hanya dibebankan kepada keluarga, tetapi juga pemerintah, aparat, dan masyarakat.
“Hari Keluarga Nasional menjadi pengingat bahwa kepedulian, gotong royong, dan perhatian terhadap masa depan anak harus terus dijaga.
Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan,” ucapnya.
Kajati Sugeng Hariadi juga berharap semangat solidaritas sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat sehingga tidak ada lagi anak yang terhambat pendidikannya akibat persoalan ekonomi.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat perlu saling membantu ketika menemukan keluarga atau anak yang mengalami kesulitan.
“Kita harus terus meningkatkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial agar setiap anak Indonesia memiliki peluang yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya,” sebutnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kajati Sugeng Hariadi turut didampingi oleh Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Jambi Dr. Muhammad Husaini, S.H., M.H., Kabag Tata Usaha, serta Kepala Seksi I dan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Jambi.
Langkah yang dilakukan Kajati Jambi Sugeng Hariadi ini menjadi contoh bahwa kepemimpinan tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Dengan membantu menyelesaikan tunggakan sekolah dan biaya pengambilan ijazah dua siswa kurang mampu tersebut, diharapkan keduanya dapat kembali melanjutkan Pendidikan dan meraih masa depan yang lebih cerah. (*)











