Dengan kondisi jembatan yang semakin rusak, warga berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan atau korban akibat buruknya kondisi infrastruktur tersebut.
“Kami tidak ingin ada korban akibat kondisi infrastruktur yang rusak ini. Jangan sampai setelah terjadi sesuatu baru ada tindakan. Karena itu, kami berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat turun langsung melihat dan meninjau kondisi jerambah ini,” lanjutnya.
Warga juga menegaskan bahwa mereka tidak ingin kejadian seperti jembatan Sungai Landak yang roboh dan menelan korban kembali terulang. Menurut mereka, perhatian dari seluruh elemen seharusnya diberikan sebelum terjadi musibah, bukan baru setelah ada korban.
“Kami tidak ingin seperti kejadian jembatan Sungai Landak yang roboh hingga menelan korban, baru kemudian mendapat perhatian dari semua elemen. Kami berharap kondisi jerambah ini segera ditangani sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas warga.
Warga juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayah Seberang Kota, khususnya akses yang menjadi jalur vital bagi masyarakat di 8 desa.
Mereka meminta agar dilakukan peninjauan dan pemeriksaan langsung terhadap kondisi konstruksi jerambah, sehingga pemerintah dapat mengetahui tingkat kerusakan serta menentukan langkah penanganan yang tepat, baik melalui perbaikan maupun pembangunan kembali dengan konstruksi yang lebih kuat dan aman.
Bagi masyarakat, keberadaan akses jalan dan jembatan yang layak bukan sekadar kebutuhan pembangunan, tetapi merupakan bagian penting dalam menunjang aktivitas dan meningkatkan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.
Warga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat segera hadir, melihat kondisi di lapangan, dan mengambil langkah nyata sebelum kerusakan jerambah semakin parah dan menimbulkan risiko bagi masyarakat yang menggunakannya setiap hari.(*)











