“Budaya adalah alat pemersatu. Contohnya pantun, meski sudah lama, orang tetap penasaran. Kita bisa menampilkan seni ini dalam berbagai kesempatan agar penyampaian pesan lebih menarik dan bernilai seni,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Hesnidar mendorong kabupaten dan kota lain di Provinsi Jambi untuk mengikuti jejak Kabupaten Sarolangun dalam menyelenggarakan ajang serupa. Hal ini dianggap krusial sebagai upaya membentengi pemuda dari pengaruh tradisi luar yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai lokal.
“Terima kasih kepada Kabupaten Sarolangun. Kita berharap daerah lain juga menggali potensi budaya masing-masing. Tujuannya jelas, memperkenalkan identitas kita kepada generasi muda di tengah gempuran tradisi luar,” pungkasnya.(*)











