Selain itu, Gubernur Al Haris menyampaikan harapannya agar tokoh-tokoh adat tetap memberikan bimbingan dan pemikiran bagi kemajuan Provinsi Jambi, terutama dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan dan penguatan lembaga adat.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Debalang Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, H. Ramli Taha, yang bergelar Depati Penawar Rajo Berjanggut Merah, menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada Gubernur Jambi serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya pengukuhan tersebut.
Ramli Taha mengatakan, pengukuhan pengurus bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam memperkuat persatuan serta menjaga adat, budaya, dan marwah Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Ia menjelaskan bahwa Debalang Negeri merupakan organisasi fungsional berbasis adat dan budaya Melayu Jambi dalam struktur Lembaga Adat Melayu Jambi. Karena itu, seluruh pengurus memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nilai-nilai dasar, norma hukum adat, serta kebudayaan Melayu Jambi.
“Keberadaan Debalang Negeri bukan hanya untuk menjaga nama dan kebesaran organisasi, tetapi harus diwujudkan melalui pengabdian nyata dalam menjaga eksistensi nilai-nilai adat dan budaya Melayu Jambi,” ujarnya.
Ramli juga menegaskan pentingnya menjunjung tinggi falsafah adat Jambi, yakni ‘Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah’, sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, semboyan organisasi ‘Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’ mengandung pesan tentang penghormatan terhadap adat, kearifan lokal, persatuan, serta tanggung jawab untuk menaati nilai-nilai yang berlaku di tengah masyarakat. (*)











