“Kita ingin Kementerian Agama bisa menjadi contoh karena sudah mendapatkan penghargaan. Dan bagaimana penghargaan ini ke depan dengan terus memperbaiki kinerja juga meningkatkan integritas,” jelas Wamenag RI.
Selain itu, lanjut Wamenag, pertemuan ini juga ingin memastikan agar kerukunan beragama itu berbasis pada ajaran agama masing-masing.
“Karena sesungguhnya ajaran agama masing-masing diakui di Indonesia punya satu ajaran yang sama dalam hidup keberagaman, harus membangun harmoni dan kerukunan.
Karena itu tidak boleh saling mencurigai antar sesama umat beragama, kalau ada kata-kata atau ajakan ke hal-hal yang merusak kerukunan kita pastikan itu bukan berasal dari ajaran agama tapi dari agenda si penceramah atau ada aktor intelektual di belakang punya agenda tertentu,” tegasnya.
Wamenag RI juga berharap hal tersebut tidak menggoyahkan kerukunan antar umat beragama.
“Jadi jangan itu menjadi penyebab kita tidak rukun. Selain itu, kita ingin agar kita bisa menyikapi dengan bijak apa yang sekarang sedang berkembang di media sosial yang mengomentari program pemerintah.
Saya kira semua program itu sangat baik, kalau dalam pelaksanaan di lapangan masih banyak harus diperbaiki, tapi jangan karena ada kekurangan, kemudian kita mengatakan itu program yang tidak benar, tidak diperlukan,” ungkap Wamenag RI. (netinfo.id/adv)











