AdvetorialDaerahHeadline

Gubernur Al Haris: Kekuasaan Milik Allah, Perbanyak Shalawat 

×

Gubernur Al Haris: Kekuasaan Milik Allah, Perbanyak Shalawat 

Sebarkan artikel ini

Merujuk data BMKG, puncak kemarau diprakirakan hingga Oktober. Namun Gubernur Al Haris mengingatkan bahwa segala sesuatu adalah kuasa Allah.

“Kalau melihat tanggal daripada BMKG Oktober. Mudah-mudahan Allah bisa saja. Kalau Allah mau, kapan saja Allah bisa kasih hujan kepada kita. Mari kita berdoa, mudah-mudahan Allah segera memberi kita hujan. Insya Allah, tanaman kembali tumbuh baik dan manusia juga Alhamdulillah sehat seperti biasa,” ungkapnya.

Gubernur Al Haris menekankan dua hikmah utama dari peringatan Maulid kali ini. Pertama, menyadari bahwa kekuasaan hanya milik Allah SWT sehingga manusia harus banyak berdoa dan tidak sombong. Kedua, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Mari kita perbanyak untuk bershalawat kepada Nabi kita Muhammad SAW. Mudah-mudahan dengan shalawat itu insya Allah juga memudahkan kita untuk dikabulkan hajat-hajat kita. Aamiin,” tutupnya.

Pada sesi wawancara, Gubernur Al Haris kembali menyampaikan permintaan maaf Al Ustadz Das’ad Latif di mana beliau sudah siap berangkat ke Jambi dan sudah di Bandara Soekarno-Hatta, dikarenakan adanya abu vulkanik anak gunung Krakatau sehingga penerbangan tidak bisa ke Jambi. Sebagai pengganti, tausiah disampaikan oleh Syekh Mustafa yang sudah berada di Jambi.

“Kita berharap kondisi penerbangan segera kembali normal. Dengan begitu kegiatan-kegiatan daerah dan perjalanan masyarakat Jambi – Jakarta tidak terganggu lagi.

Intinya, acara Maulid tetap berjalan khidmat meski ada perubahan penceramah, dan fokus utama doa saat ini adalah keselamatan, hujan, serta kelancaran transportasi untuk Jambi dan sekitarnya,” ucap Gubernur Al Haris.

Sementara itu, Al-Ustadz Al-Mukarram Syekh Muhammad Musthafa ‘Alaa Na’aimah dalam tausiahnya menyampaikan bahwa doa para nabi bukanlah doa yang lahir dari kehidupan tanpa ujian.

Sebaliknya, doa-doa tersebut muncul dari situasi yang penuh tekanan, kesedihan, dan harapan yang mendalam. (*)

READ  Kelompok Tani Gambut Bersahaja Terima Bantuan Alat Pemadam, Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di Dendang