Bestari menegaskan bahwa kepulangan para korban ini tidak menggunakan anggaran kelembagaan pemerintah secara formal, melainkan murni bantuan pribadi dari Gubernur Jambi, Al Haris. Hal ini disebabkan status keberangkatan mereka ke Kamboja yang bersifat non-prosedural.
“Secara kelembagaan, mereka ini kerja ilegal jadi tidak bisa difasilitasi oleh pemerintah. Maka atas dasar kemanusiaan dan kekhawatiran terhadap keselamatan warga Jambi di luar negeri, Pak Gubernur berniat menanggung ongkos kepulangan mereka,” ungkapnya.
Bestari juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri dengan iming-iming gaji besar namun melalui jalur tidak resmi, guna menghindari kasus serupa di masa mendatang.
“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat Jambi khususnya agar lebih hati hati bila ada tawaran tawaran yang mengiurkan, itu segera hubungi ke disnaker terdekat, untuk memastikan dan memverifikasi kebenarannya, jangan sampai kita tertipu,” jelasnya.
Sementara itu, kedua warga Jambi tersebut yaitu, Silva dan Andri pun mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Jambi dalam hal ini Gubernur Al Haris yang telah memulangkan mereka. Dimana saat ini mereka sudah tiba di Jambi dengan selamat dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga tercinta. (*)











