Menurut Diza, Kota Jambi yang berfokus pada sektor perdagangan dan jasa memiliki peluang besar bagi para pelaku usaha baru untuk berkembang.
Ia berharap pelatihan ini mampu memberikan motivasi agar warga binaan tidak hanya memikirkan masa depan pribadi, tetapi juga keluarga yang menunggu di rumah.
Selain itu, Pemerintah Kota Jambi juga memiliki sejumlah program yang dapat diakses masyarakat, termasuk warga binaan setelah kembali ke masyarakat. Program tersebut di antaranya Bantuan Usaha Kelompok Masyarakat (Banharkat) dan Balai Kerja Tematik (Balikat).
“Program Banharkat merupakan bantuan permodalan bagi masyarakat Kota Jambi pemegang KTP, dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Sedangkan Balikat merupakan program pelatihan yang fokus pada pengembangan keterampilan, termasuk di bidang ekonomi kreatif,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelatihan Balikat mencakup berbagai bidang, seperti kewirausahaan kuliner, pengelolaan media sosial, hingga public speaking. Dalam satu setengah tahun terakhir, program tersebut telah mencatat puluhan kegiatan pelatihan yang menyasar berbagai kalangan, baik generasi muda maupun pelaku UMKM.
“Kami tidak hanya menyasar anak muda, tetapi juga orang tua melalui berbagai program seperti pelatihan UMKM. Harapannya, warga binaan di sini juga bisa ikut berpartisipasi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Jambi ke depan,” ungkapnya.(*)











