Menurut Maulana, program tersebut menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang selama ini bekerja di sektor informal maupun pekerjaan sosial kemasyarakatan.
“Pemerintah harus hadir untuk memastikan para pekerja rentan memperoleh perlindungan yang layak. Mereka adalah bagian penting dari pembangunan kota yang selama ini bekerja untuk masyarakat dan sering kali belum mendapatkan jaminan sosial yang memadai,” ujar Maulana.
Ia menegaskan bahwa perlindungan sosial merupakan salah satu instrumen penting dalam menekan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Selain fokus pada perlindungan sosial, Pemkot Jambi juga terus menjalankan 11 program unggulan daerah yang telah memberikan dampak nyata terhadap pembangunan. Berbagai indikator pembangunan menunjukkan hasil positif, mulai dari peningkatan pertumbuhan ekonomi, menurunnya angka pengangguran, hingga terkendalinya inflasi daerah.
Maulana menyebut bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak yang selama ini bersama-sama mendukung pembangunan Kota Jambi.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya menghadirkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Karena ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya angka, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan warga Kota Jambi,” tegas Maulana.
Di usia ke-625 tahun, Kota Jambi diharapkan terus tumbuh sebagai kota yang maju, inklusif, berdaya saing, serta mampu menghadirkan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.(*)











