Sementara itu, Dandim 0420/Sarko selaku Dansatgas TMMD, Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto, memastikan seluruh sasaran dikerjakan dengan pendekatan kolaboratif.
“TMMD ini kerja bersama. Prajurit dan masyarakat menyatu di lapangan. Itu yang membuat progres cepat dan hasilnya lebih dirasakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap progres pekerjaan dilakukan secara intensif untuk menjaga kualitas sekaligus memastikan target penyelesaian dapat tercapai sesuai rencana.
Di sisi lain, masyarakat Desa Seko Besar mulai merasakan langsung dampak dari program tersebut. Bagi warga, perubahan sangat membantu.
“Dulu kami kesulitan air dan jalan. Sekarang sudah mulai berubah. Kami sangat terbantu,” ungkap seorang warga.
Dengan pendekatan terpadu antara pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat, TMMD ke-128 di Desa Seko Besar menjadi model percepatan pembangunan desa yang tidak hanya membuka akses, tetapi juga memperkuat fondasi kesejahteraan jangka panjang. (*)











