“Jadwal angkut sampahnya sehari sekali bang, pagi DHL Provinsi dan Kota datang. Tapi ya… pengunjung banyak yang buang sampah ke danau,” ujarnya santai tapi menyentil, Kamis (11/12).
Milda, salah satu pengunjung yang datang untuk mencoba arena climbing karena anak keduanya menyukai wahana tersebut sekaligus berburu jajanan, juga mengakui hal itu. Meski begitu, ia melihat adanya perubahan yang positif.
“Sekarang memang masih ada sampah, tapi kalau dibandingkan dulu, sudah jauh berkurang. Dulu lebih parah, banyak eceng gondok dan sampah berserakan, nggak layak jadi tempat wisata,” jelasnya.
Meski begitu, Danau Sipin tetap menjadi magnet bagi wisatawan sayangnya, magnet juga bagi sampah. Mungkin sudah saatnya fasilitas tempat sampah ditambah, agar pemandangan indah Danau Sipin tidak terus ditutupi oleh “tamu tak diundang” ini.(*)











