netinfo.id – Cristiano Ronaldo mencatat sejarah di Piala Dunia 2026, namun malam spesialnya berakhir dengan kekecewaan. Kapten Portugal itu gagal membawa timnya meraih kemenangan setelah hanya bermain imbang 1-1 kontra Republik Demokratik Kongo pada laga perdana Grup K di Houston Stadium, Texas, Rabu (17/6/2026).
Tampil sebagai starter di usia 41 tahun, Ronaldo menjadi pemain outfield tertua yang tampil sejak menit awal dalam sejarah Piala Dunia. Ia juga menyamai catatan legenda Italia Paolo Maldini dengan koleksi 23 penampilan di ajang sepak bola terbesar dunia.
Namun, rekor individu tersebut tidak mampu menutupi hasil kurang memuaskan Portugal. Seleccao das Quinas sempat unggul melalui gol Joao Neves, tetapi DR Kongo mampu membalas lewat Yoane Wissa dan memaksa laga berakhir imbang.
Ronaldo yang bermain penuh selama 90 menit terlihat kesulitan menembus pertahanan lawan. Tidak ada gol maupun kontribusi langsung dari megabintang Al Nassr tersebut.
Situasi berbeda dialami para rivalnya. Lionel Messi tampil luar biasa bersama Argentina dengan mencetak hat-trick saat mengalahkan Aljazair 3-0. Torehan itu menjadikan Messi pemain tertua yang mencetak tiga gol dalam satu laga Piala Dunia.
Sementara itu, Kylian Mbappe kembali menunjukkan ketajamannya bersama Prancis. Dua gol ke gawang Senegal membuat koleksi golnya di Piala Dunia menembus angka 14 dan semakin mendekati daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Erling Haaland juga mencuri perhatian dalam debutnya di Piala Dunia. Striker Norwegia itu langsung mencetak dua gol saat membawa negaranya menang atas Irak.
Di tengah pesta rekor para bintang muda dan rival abadinya, Ronaldo justru menghadapi catatan kurang menyenangkan. CR7 kini melewati 10 pertandingan beruntun di turnamen besar tanpa mencetak gol.
Rentetan tersebut menjadi periode terburuk Ronaldo bersama Timnas Portugal di ajang Piala Dunia dan Piala Eropa. Terakhir kali ia mencetak gol di turnamen besar terjadi saat menghadapi Ghana pada Piala Dunia 2022.
Meski begitu, perjalanan Ronaldo di Piala Dunia 2026 masih panjang. Sang legenda masih memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa usia bukan penghalang bagi seorang juara.(*)











