Sebelumnya, Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, mengatakan bahwa OJK Provinsi Jambi mendorong dan berupaya untuk meningkatkan indeks inklusi dan literasi yang ada di Provinsi Jambi. Salah satunya melalui kegiatan Jambi Financial Fest ini.
“Kami Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi dan industri keuangan berkolaborasi bersama Pemerintah Daerah berupaya untuk meningkatkan indeks inklusi dan literasi di Provinsi Jambi,” urai Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya.
Dikatakannya, bahwa capaian inklusi keuangan di Provinsi Jambi tercatat sebesar 92,00 persen. Angka tersebut masih 1,61 persen di bawah indeks inklusi keuangan nasional yang mencapai 93,61 persen.
“Artinya ada 1 peraen target yang harus kita capai untuk mencapai target nasional hingga 2029. Untuk mencapai target ini , tentunya kita harus bekerja sama dengan seluruh stakeholder termasuk media agar bisa mendorong inklusi keuangan bisa meningkat dan mencapai target bahkan kalau bisa sebelum 2029,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Jambi, H. Al Haris mengapresiasi OJK Provinsi Jambi atas terselenggaranya Jambi Financial Fest yang mengangkat tema “Inklusi Keuangan Merata di Bumi Sepucuk Jambi”.
Gubernur mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat peningkatan inklusi keuangan agar target nasional dapat tercapai sebelum 2029.
“Berdasarkan data yang disampaikan, capaian indeks inklusi keuangan di Provinsi Jambi masih tertinggal sekitar satu persen dibandingkan target nasional.
Meski demikian, ia optimistis kekurangan tersebut dapat segera dikejar melalui kolaborasi pemerintah, industri perbankan, dan berbagai lembaga jasa keuangan,” kata Gubernur Jambi, H. Al Haris.
Menurutnya, Provinsi Jambi masih memiliki waktu hingga 2029 untuk mencapai target nasional tersebut. Namun, ia berharap pencapaian itu tidak harus menunggu hingga batas waktu yang telah ditetapkan.
Al Haris menilai, upaya meningkatkan inklusi keuangan tidak cukup hanya dengan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Kemudahan akses tersebut juga harus diiringi dengan pelayanan yang aman, mudah dijangkau, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh pihak yang bergerak di industri keuangan untuk memahami berbagai kendala yang masih dihadapi masyarakat dalam mengakses layanan perbankan dan jasa keuangan lainnya,” tandasnya.(*)











