Di sisi lain, bagi Bank Jambi, diversifikasi pembiayaan melalui KUR PMI berpotensi memperluas basis nasabah produktif sekaligus memperkuat fungsi bank sebagai agen pembangunan daerah.
Dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, seleksi debitur yang baik, serta bekerja sama dengan lembaga pelatihan dan pemerintah, risiko pembiayaan dapat dikelola secara optimal.
“Perbankan saat ini dituntut tidak hanya mengejar pertumbuhan aset dan laba, tetapi juga menghasilkan dampak pembangunan.
KUR PMI menjadi salah satu instrumen yang mampu menghubungkan tujuan bisnis dengan misi sosial, yakni mencetak SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.
Ia berharap Bank Jambi dapat mengkaji peluang kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi, BP2MI, lembaga pelatihan kerja, serta pemerintah daerah agar ekosistem pembiayaan bagi calon pekerja migran dapat terbentuk secara komprehensif.
“Apabila dikelola secara profesional, pembiayaan KUR PMI tidak hanya menjadi mesin baru pertumbuhan bisnis Bank Jambi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia,
bertambahnya remitansi, dan lahirnya wirausaha baru ketika para pekerja kembali ke Jambi. Inilah bentuk nyata perbankan yang tumbuh bersama masyarakat dan pembangunan daerah,” tutupnya.











