AdvetorialDaerahEkonomi

Bank Jambi Hadirkan Akses Keuangan bagi Masyarakat Pelosok Merangin, Dorong Kemandirian Finansial Suku Anak Dalam

×

Bank Jambi Hadirkan Akses Keuangan bagi Masyarakat Pelosok Merangin, Dorong Kemandirian Finansial Suku Anak Dalam

Sebarkan artikel ini
Bank Jambi bersama OJK Provinsi Jambi melaksanakan kegiatan edukasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) di Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin.

BANGKO, netinfo.id – Sebagai bentuk komitmen dalam memperluas akses layanan keuangan yang inklusif, Bank Jambi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi menggelar kegiatan edukasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat di Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, Kamis (18/06/2026).

Kegiatan bertajuk “Lentera Inklusi di Balik Rimba: Membangun Kemandirian Finansial Suku Anak Dalam” ini menjadi langkah strategis Bank Jambi dalam menghadirkan layanan perbankan formal hingga ke wilayah pelosok, termasuk bagi komunitas Suku Anak Dalam (SAD).

Melalui kegiatan tersebut, Bank Jambi berupaya menjembatani kesenjangan akses keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat layanan perbankan, pengelolaan keuangan, serta keamanan dalam bertransaksi.

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Treasury, Dana, IT dan Digital Bank Jambi Achmad Nunung, Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya, Wakil Bupati Merangin H. Abdul Khafidh, jajaran Kepala OPD Kabupaten Merangin, Ketua Tumenggung, serta masyarakat SAD.

Kehadiran Bank Jambi mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tokoh adat, kaum perempuan, hingga pelajar SAD turut mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias sebagai bentuk keterbukaan terhadap akses finansial yang lebih mudah dan modern.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya menyampaikan pentingnya peningkatan literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, tingkat literasi keuangan nasional tercatat sebesar 66,46 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 65,43 persen. Sementara tingkat inklusi keuangan mencapai 80,51 persen, naik dari 75,02 persen pada tahun 2024.

Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan dengan akses penggunaannya. Karena itu, edukasi keuangan terus menjadi perhatian utama, terutama bagi masyarakat di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan perbankan.

READ  HUT Bhayangkara ke-79, Polsek Nipah Panjang Berbagi dengan Mbah Maryam

“Peran edukasi keuangan sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan konsumen. Dengan pemahaman keuangan yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan secara bijak serta melindungi diri dari risiko keuangan,” ujar Yan Iswara Rosya.

Sementara itu, Direktur Treasury, Dana, IT dan Digital Bank Jambi Achmad Nunung menegaskan bahwa Bank Jambi berkomitmen untuk terus mendukung program inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Inklusi keuangan adalah hak seluruh warga negara tanpa terkecuali, termasuk saudara kita dari Suku Anak Dalam,” kata Achmad Nunung.

Ia menjelaskan, fokus utama Bank Jambi dalam kegiatan tersebut adalah memberikan edukasi praktis mengenai manfaat menabung, pengelolaan keuangan keluarga, serta pemanfaatan layanan perbankan secara aman dan berkelanjutan.

Selain edukasi pengelolaan keuangan, Bank Jambi juga memberikan pemahaman mengenai keamanan transaksi digital, termasuk kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan dan kejahatan keuangan yang semakin berkembang.

Melalui sinergi bersama OJK dan Pemerintah Kabupaten Merangin, Bank Jambi optimistis perluasan inklusi keuangan dapat semakin memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat SAD serta mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Kehadiran layanan keuangan yang mudah, aman, dan terpercaya diharapkan menjadi fondasi penting dalam membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di berbagai wilayah Provinsi Jambi.(*)