Kabid Ketahanan Pangan Dinas, Mahmud, menyebut bahwa konversi lahan banyak terjadi untuk keperluan perkebunan kelapa sawit, pinang, dan pembangunan properti. Faktor vegetasi dan nilai ekonomis lahan juga turut mempercepat perubahan fungsi ini.
“Akibatnya, hasil pertanian khususnya padi mengalami penurunan. Dalam satu tahun panen, produksi hanya mencapai sekitar 36.000 ton gabah kering, yang dikonversi menjadi sekitar 22.000 ton beras,” jelas Mahmud.
Untuk menjaga stabilitas produksi pangan, Pemkab Tanjabtim menggandeng brigade pangan dan mendorong peningkatan indeks pertanaman dari 1 menjadi 3 kali tanam dalam setahun. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan produktivitas lahan yang tersisa.
“Kita targetkan tanam padi tiga kali setahun agar hasil panen tetap maksimal meski lahan menyusut,” tegas Mahmud.(*)











