Pemerintah Provinsi Jambi bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat terus berupaya memperkuat penanganan di lapangan.
Pada Minggu sore, penambahan personel dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan mulai diarahkan menuju lokasi. Sejumlah peralatan pendukung juga ditambah, di antaranya pompa air, tong penampung air, dan perlengkapan lainnya untuk menunjang proses pemadaman.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran, sekaligus mencegah api meluas ke area perkebunan dan lahan di sekitarnya.
Al Haris Minta Doa Masyarakat, Berharap Hujan Segera Turun
Di tengah beratnya perjuangan memadamkan api, Al Haris mengajak masyarakat untuk ikut mendoakan keselamatan seluruh petugas, relawan, dan warga yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Ia berharap seluruh personel yang bekerja di lapangan diberikan kekuatan dan keselamatan hingga api berhasil dipadamkan. Selain itu, hujan juga sangat diharapkan segera turun untuk membantu mengurangi kekeringan dan meredam kebakaran.
“Tentunya kita mohon doa dari masyarakat, supaya petugas bersama masyarakat yang sedang berjuang di lokasi berhasil memadamkan api. Dan yang tidak kalah penting, semoga hujan segera turun. Insyaallah, amin,” harapnya.
Perjuangan di Kumpeh menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla bukan pekerjaan mudah. Di tengah keterbatasan air, asap pekat, medan sulit, dan angin kencang, petugas serta masyarakat terus berjuang agar api segera padam dan kabut asap tidak semakin meluas.
Kini, selain dukungan peralatan dan personel, keselamatan para petugas serta harapan akan turunnya hujan menjadi bagian penting dari upaya menghadapi kebakaran yang masih berlangsung. (*)











