JAMBI, netinfo.id – Keluarga Brigadir Eko Winarno, anggota Bagops Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), membantah keras narasi yang menyebut korban meninggal dunia setelah mengonsumsi minuman keras bersama sejumlah rekannya.
Kerabat dekat almarhum menegaskan Brigadir Eko dikenal sebagai pribadi yang tidak pernah mengonsumsi minuman beralkohol maupun narkoba sejak muda hingga berkeluarga.
“Tentu itu sangat tidak betul. Saya sangat mengenal Eko, sejak dia lahir sampai berkeluarga. Dia tidak kenal minuman alkohol, tidak pernah kenal narkoba,” ujar kerabat Eko, Jumat (24/7/2026).
Menurut keluarga, isu yang mengaitkan kematian Brigadir Eko dengan minuman keras justru memperburuk penderitaan yang tengah mereka alami. Selain kehilangan anggota keluarga, mereka juga harus menghadapi opini yang dinilai mencoreng nama baik almarhum.
Kerabat menilai Brigadir Eko bukan hanya menjadi korban dugaan tindak pidana yang kini tengah diselidiki, tetapi juga menjadi korban narasi yang belum terbukti kebenarannya.
Selama hidupnya, Brigadir Eko dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab terhadap keluarga. Ia merupakan suami dan ayah dari dua orang anak yang menjadi tulang punggung keluarga.
Di lingkungan keluarga maupun masyarakat, Eko juga dikenal taat menjalankan ajaran agama.
“Saya meyakini betul dia anak yang baik, sangat bertanggung jawab. Dia bahkan khatam Alquran,” katanya.
Saat ini keluarga memilih menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada Polda Jambi. Mereka berharap penyebab pasti kematian Brigadir Eko dapat diungkap secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti-bukti yang ada sehingga seluruh fakta peristiwa menjadi terang.
Kasus kematian Brigadir Eko sendiri masih dalam penyelidikan Polda Jambi. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara keluarga berharap proses hukum berjalan objektif hingga penyebab kematian korban benar-benar terungkap.(*)











