HukumPeristiwa

Misteri Kematian Brigadir Eko Winarno Terus Diusut, Dokter dan 12 Saksi Diperiksa Polda Jambi

×

Misteri Kematian Brigadir Eko Winarno Terus Diusut, Dokter dan 12 Saksi Diperiksa Polda Jambi

Sebarkan artikel ini

JAMBI, Netinfo.id – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) bersama Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jambi terus mengusut penyebab kematian Brigadir Polisi Eko Winarno Saputra, anggota Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), yang ditemukan meninggal dunia di rumah indekosnya.

Dalam perkembangan terbaru, Kamis (23/7/2026), penyidik telah memeriksa 13 orang saksi, termasuk seorang dokter yang menangani korban. Hingga kini, penyebab pasti kematian Brigadir Eko masih menjadi misteri dan penyelidikan terus dilakukan secara intensif.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, mengatakan proses pemeriksaan dilakukan secara maraton karena kasus tersebut mendapat perhatian langsung dari Mabes Polri.

“Sudah ada sekitar 13 orang yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh Ditreskrimum dan Bidpropam. Kita tunggu hasilnya, karena proses masih berlanjut dilakukan pemeriksaan secara maraton,” ujar Erlan di Media Center Humas Polda Jambi, Kamis (23/7/2026).

Delapan Warga Sipil dan Lima Personel Polisi

Dari total saksi yang diperiksa, delapan orang merupakan warga sipil yang terdiri atas keluarga korban, dokter yang menangani Brigadir Eko, serta warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, lima saksi lainnya merupakan personel Polres Tanjung Jabung Timur yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

“Delapan orang dari masyarakat sipil yang terdiri dari pihak keluarga, dokter, dan warga di sekitar TKP. Lima lainnya merupakan personel Polres Tanjabtim,” jelas Erlan.

Menurutnya, penyelidikan tidak hanya dilakukan Ditreskrimum dan Bidpropam Polda Jambi, tetapi juga mendapat supervisi dari Bareskrim Polri, Irwasum Mabes Polri, serta Divisi Propam Mabes Polri.

“Kita tunggu hasilnya nanti setelah pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Warga Mengaku Mendengar Teriakan Dini Hari

Brigadir Eko ditemukan meninggal dunia di rumah indekos miliknya yang berada di Lorong Kamboja, RT 10 RW 04, Kelurahan Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Sabtu (18/7/2026) dini hari.

READ  37 Operasi, Ratusan Nyawa Diselamatkan: Kiprah Kantor SAR Jambi Sepanjang 2025

Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan permanen yang terdiri dari empat pintu kontrakan itu masih dipasangi garis polisi. Police line membentang dari bagian depan hingga belakang bangunan.

Seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi mengaku sempat mendengar suara menyerupai teriakan sekitar pukul 03.00 WIB. Namun saat itu ia tidak mengetahui sumber suara tersebut sehingga menganggapnya sebagai hal biasa.

Menjelang subuh, warga melihat lampu bagian depan rumah kos telah padam. Hanya satu lampu yang masih menyala dan salah satu pintu kamar terlihat terbuka.

Kecurigaan baru muncul ketika pagi harinya lokasi mendadak ramai setelah kabar meninggalnya Brigadir Eko menyebar.

Keluarga Temukan Sejumlah Luka

Pihak keluarga menerima kabar duka setelah jenazah Brigadir Eko dibawa ke rumah duka di Kota Jambi.

Saat melihat kondisi jenazah, keluarga mengaku menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya di bagian pelipis, lutut, serta beberapa bagian tubuh lainnya.

Temuan tersebut membuat keluarga mempertanyakan penyebab pasti kematian Brigadir Eko dan berharap penyelidikan dapat mengungkap fakta yang sebenarnya.

Jenazah Brigadir Eko kemudian dimakamkan di kawasan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

Saat ditemui di rumah duka, pihak keluarga memilih belum memberikan banyak keterangan dan menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada kepolisian.

“Belum bisa kami beri tanggapan, polisi masih bekerja untuk mengungkap ini,” ujar paman Brigadir Eko.

Kasus ini kini masih dalam tahap penyelidikan. Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kematian Brigadir Eko dan meminta masyarakat menunggu hasil penyidikan resmi.(*)