JAMBI, netinfo.id – Momentum peringatan Hari Jadi ke-625 Tanah Pilih Pusako Batuah dimanfaatkan Pemerintah Kota Jambi untuk merefleksikan perjalanan sejarah sekaligus menyampaikan berbagai capaian pembangunan yang berhasil diraih dalam beberapa tahun terakhir.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Jambi, Maulana, dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Jambi yang digelar di Gedung DPRD Kota Jambi, Selasa (2/6/2026).
Dalam pidatonya, Maulana mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan hari jadi sebagai momentum mengenang perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan Kota Jambi sejak masa kerajaan hingga era pemerintahan modern saat ini.
Menurutnya, Kota Jambi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan Provinsi Jambi, tetapi juga telah berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya, dan pelayanan publik yang memiliki skala nasional.
“Setiap masa ada pemimpinnya dan setiap pemimpin ada masanya. Para pemimpin terdahulu telah mewariskan semangat persatuan, nilai-nilai adat dan budaya Melayu Jambi yang menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman,” ujar Maulana.
Pada kesempatan tersebut, Maulana memaparkan berbagai indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif.
Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kota Jambi berhasil meningkatkan berbagai sumber pembiayaan pembangunan hingga mencapai Rp1,96 triliun, sementara nilai investasi yang masuk tercatat sebesar Rp1,32 triliun.
Selain itu, realisasi pendapatan daerah juga mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2025, pendapatan daerah Kota Jambi berhasil menembus angka Rp2,013 triliun, sebuah capaian yang menunjukkan semakin kuatnya kemampuan fiskal daerah.
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kota Jambi meningkat menjadi 5,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 4,88 persen. Pendapatan per kapita masyarakat juga mengalami peningkatan dari Rp68,5 juta menjadi Rp73,6 juta per tahun.
Tidak hanya itu, ketimpangan ekonomi yang diukur melalui indeks gini rasio juga menunjukkan perbaikan. Angka gini rasio turun dari 0,395 menjadi 0,339 yang mengindikasikan distribusi pendapatan masyarakat semakin merata.
Menurut Maulana, capaian tersebut merupakan hasil dari upaya pemerintah dalam mendorong investasi, memperkuat sektor UMKM, serta meningkatkan konektivitas infrastruktur perkotaan yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Jambi juga berhasil menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi. Hingga April 2026, inflasi Kota Jambi tercatat sebesar 1,73 persen dan masuk dalam 10 kota dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia.
Keberhasilan pembangunan tersebut turut berdampak pada membaiknya berbagai indikator sosial. Angka kemiskinan turun dari 7,73 persen menjadi 7,69 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka menurun dari 7,38 persen menjadi 7,08 persen.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi mencapai 82,32 dan masuk dalam kategori sangat tinggi.
Maulana menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, serta seluruh perangkat daerah yang terus bekerja bersama membangun Kota Jambi.
“Kota Jambi hari ini adalah milik kita bersama. Berbagai capaian yang diraih bukan hasil kerja pemerintah semata, tetapi buah dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat yang memiliki semangat yang sama untuk menjadikan Kota Jambi semakin maju, bahagia, dan membanggakan,” kata Maulana.(*)











