JAMBI, netinfo.id – Empat orang yang mengaku sebagai pengajar silat di Kota Jambi ditangkap polisi atas dugaan pencabulan dan pemerkosaan terhadap tujuh murid perempuannya. Modus yang digunakan pelaku adalah ritual pemasangan “khodam” palsu.
Kasus ini terungkap setelah salah satu korban berinisial I mengaku kepada orang tuanya bahwa ia diperkosa hingga hamil pada November 2025. Dari pengakuan itu, orang tua korban lain mulai bertanya dan menemukan fakta serupa dialami setidaknya enam murid lainnya.
Kuasa hukum korban, Putra Tambunan, mengatakan pelaku utama berinisial H (38) melakukan aksi bejatnya bersama tiga orang lain, yakni HE, serta dua senior korban berinisial N dan I.
“Modusnya ritual pemasangan khodam setelah latihan. Mata korban ditutup kain hitam, lalu pelaku bilang jangan melawan. Katanya, ‘itu khodamnya sedang masuk’,” jelas Putra saat ditemui Selasa (19/5/2026).
Dalam ritual itu, korban diminta tidak melawan semua sentuhan dan gerakan. Pelaku meyakinkan bahwa ritual wajib dijalani agar murid tidak menjadi linglung.
Akibatnya, satu korban berusia 16 tahun hamil. Korban lain berinisial KY (14) mengaku diperkosa H hingga 17 kali. Total empat pelaku diduga mencabuli semua korban secara bergiliran, dengan jumlah tindakan berbeda-beda, ada yang 10 kali, 4 kali, dan 3 kali.
Aksi ini baru terungkap setelah laporan ke polisi diajukan pada Mei 2026. Awalnya laporan sempat ditolak dengan alasan sudah ada laporan dari korban lain, namun pihak kuasa hukum tetap mendorong agar semua korban bisa membuat laporan resmi.
Hingga saat ini, Satreskrim Polresta Jambi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Proses penyidikan terhadap dua pelaku lainnya masih berjalan.
Pihak kepolisian belum merilis identitas lengkap pelaku karena alasan penyidikan dan perlindungan korban yang masih di bawah umur.(*)











