JAMBI, netinfo.id – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat program unggulan “Kampung Bahagia” sebagai solusi komprehensif dalam penanganan persoalan sampah di wilayah perkotaan.
Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari tingkat rumah tangga hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Secara bertahap kita sedang membangun sistem melalui pengadaan operasional berbasis masyarakat, termasuk gerobak motor pengangkut sampah,” ujar Maulana, Selasa (01/04/26).
Ia menjelaskan, ke depan sekitar 250 ribu rumah tangga di Kota Jambi tidak lagi membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar. Sebaliknya, sampah akan diangkut langsung dari rumah oleh kelompok masyarakat yang telah dibentuk.
“Target kita tidak ada lagi masyarakat yang buang sampah sembarangan. Semua akan dilayani langsung dari rumah ke rumah,” tegasnya.
Untuk mendukung sistem tersebut, Pemerintah Kota Jambi juga akan menambah armada pengangkut sampah serta meningkatkan kapasitas TPA. Selain itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup turut mendorong pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.
“Alhamdulillah, kita diminta menyiapkan lahan untuk program pengolahan sampah menjadi listrik. Ini akan membuat sampah memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi solusi energi,” ungkap Maulana.
Tak hanya fokus pada infrastruktur, Pemkot Jambi juga akan memperkuat aspek regulasi melalui penegakan Peraturan Daerah (Perda) terkait pengelolaan sampah.











