NewsOpini

IPM Jambi: Antara Persepsi dan Fakta Statistik

×

IPM Jambi: Antara Persepsi dan Fakta Statistik

Sebarkan artikel ini

Oleh: Yulfi Alfikri Noer S. IP., M.AP

Akademisi UIN STS Jambi

JAMBI, netinfo.id – Sering kali dalam diskursus pembangunan daerah kita dihadapkan pada pernyataan yang terdengar sangat masuk akal, tetapi justru karena itulah pernyataan tersebut jarang dipertanyakan.

Salah satunya adalah pandangan bahwa percepatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jambi harus ditopang oleh pendidikan dan transformasi ekonomi.

Pada tingkat tertentu, pandangan ini bahkan terasa seperti kebenaran yang tak terbantahkan. Namun justru di situlah letak persoalannya. Ketika sebuah gagasan terdengar terlalu mudah diterima begitu saja, sering kali gagasan tersebut bukanlah hasil analisis yang mendalam, melainkan sekadar pengulangan dari sesuatu yang sejak awal sudah diketahui.

IPM, sebagaimana dirumuskan oleh Badan Pusat Statistik, dibangun dari tiga dimensi dasar, kesehatan, pendidikan dan standar hidup layak. Karena itu, menyatakan bahwa percepatan IPM harus ditopang oleh pendidikan pada dasarnya hanya mengulang definisi indikator itu sendiri.

Pernyataan tersebut benar secara definisi, tetapi tidak menambah penjelasan apa pun secara analitis. Dalam logika, situasi seperti ini dikenal sebagai tautology, pernyataan yang tampak benar, tetapi sebenarnya tidak memberikan pengetahuan baru.

Cara berpikir seperti ini menyederhanakan persoalan pembangunan manusia yang jauh lebih kompleks. Pembangunan manusia tidak hanya ditentukan oleh satu atau dua variabel, melainkan merupakan hasil kumulatif dari berbagai faktor, kualitas kebijakan publik, distribusi pendapatan, struktur ekonomi daerah, serta kapasitas institusi negara dalam menyediakan layanan dasar bagi masyarakat.

Jika melihat data resmi, gambaran pembangunan manusia di Jambi sebenarnya tidak sepenuhnya seperti yang sering diasumsikan. Dalam beberapa tahun terakhir, IPM provinsi ini justru menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.

Data dari Badan Pusat Statistik mencatat bahwa IPM Jambi berada pada angka 73,71 pada 2022, meningkat menjadi 74,16 pada 2023, kemudian 74,36 pada 2024, dan mencapai 75,13 pada 2025. Dengan capaian tersebut, IPM Jambi telah berada dalam kategori tinggi.

READ  Honda Forza Semakin Mewah, Kini Pakai Panel Meter TFT dan Warna Eksklusif Baru

Kenaikan dari 2024 ke 2025 sebesar 0,77 poin menunjukkan bahwa pembangunan manusia di provinsi ini bergerak ke arah yang positif. Memang, peningkatan tersebut tidak terjadi secara melonjak. Namun, justru di situlah makna pentingnya pembangunan manusia di Jambi bergerak secara bertahap tetapi konsisten.

Gambaran tersebut juga tercermin dalam sejumlah indikator ekonomi dan sosial lainnya. Data terbaru menunjukkan bahwa perekonomian Jambi tumbuh sekitar 4,99 persen pada tahun 2025, sementara tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi sekitar 4,26 persen.

Penurunan ini sejalan dengan meningkatnya angkatan kerja menjadi 1,93 juta orang, menunjukkan perbaikan dalam pasar kerja daerah

Pada saat yang sama, tingkat ketimpangan pendapatan yang diukur melalui rasio gini juga menunjukkan tren penurunan. Indikator-indikator ini, sebagaimana dirilis oleh Badan Pusat Statistik, memberi sinyal bahwa dinamika sosial ekonomi di provinsi Jambi tidak sepenuhnya stagnan, melainkan bergerak perlahan ke arah perbaikan.