MUARO JAMBI, netinfo.id – Dugaan praktik pengurangan atau “sunat” obat pasien di RSUD Ahmad Ripin Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, menjadi sorotan setelah sejumlah pasien mengaku tidak menerima obat sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya tiga pasien mengalami kejadian serupa. Para pasien tersebut sebelumnya telah menjalani pemeriksaan medis dan dinyatakan oleh dokter telah diberikan resep obat.
Namun saat mengambil obat di bagian farmasi rumah sakit, sebagian obat yang tercantum dalam resep tidak diberikan, bahkan diduga jumlahnya berkurang.
Salah seorang pasien mengungkapkan bahwa dokter telah memastikan obat yang diperlukan sudah diresepkan. Akan tetapi, ketika mengambil obat di apotek rumah sakit, obat tersebut tidak diserahkan oleh petugas farmasi.
“Dokter menyampaikan obat sudah diresepkan, namun ketika kami mengambilnya di apotek rumah sakit, obat tersebut tidak diberikan,” ujar pasien yang enggan disebutkan namanya.
Kejadian serupa juga dialami oleh pasien lain yang melakukan kontrol kesehatan hingga dua kali. Ia mengaku tidak pernah menerima obat untuk keluhan kesemutan, meskipun obat tersebut tercantum dalam resep dokter.











