JAMBI, netinfo.id – Kekayaan budaya Melayu, nilai-nilai religius, dan semangat masyarakat Kota Jambi kini semakin dikenal di panggung internasional. Melalui forum Media and Information Literacy (MIL) Cities 2026, Pemerintah Kota Jambi memperkenalkan identitas budaya daerah sekaligus menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan bijak bermedia digital.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, bersama Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, saat menjadi narasumber dalam forum internasional yang digelar secara virtual, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Global Media and Information Literacy Week dan World Cities Day 2026 yang dipusatkan di Fuzhou, Tiongkok.
Forum tersebut mempertemukan para pemimpin kota, akademisi, praktisi media, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah negara untuk memperkuat literasi media dan informasi, menangkal penyebaran hoaks, serta mendorong terwujudnya masyarakat perkotaan yang cerdas dan bertanggung jawab di era digital.
Sejumlah tokoh internasional turut hadir secara hibrida, di antaranya Direktur Eksekutif UN-Habitat, Anacláudia Rossbach, dan Sekretaris Eksekutif ESCAP, Armida Salsiah Alisjahbana.
Menariknya, Kota Jambi memilih Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi sebagai panggung untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan identitas daerah. Paparan disampaikan dengan latar arena utama MTQH ke-55 di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi yang saat ini masih berlangsung.
Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan keikutsertaan Kota Jambi dalam forum MIL Cities menjadi kesempatan istimewa untuk memperkenalkan budaya dan kearifan lokal kepada masyarakat dunia melalui pemanfaatan teknologi digital.
“International MIL Cities Event, Jambi sudah masuk di dalamnya. Sore hari ini kita berada di arena utama Musabaqah Tilawatil Qur’an. Saya didampingi Wakil Wali Kota, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perpustakaan, Kepala Dinas Kominfo, dan Kepala Sekolah SMP 7 bersama siswa-siswi SMP Negeri 7 yang sangat luar biasa,” ungkap Maulana.
Menurutnya, Kota Jambi menjadi salah satu daerah yang mewakili Indonesia dalam forum MIL Cities berskala internasional. Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Jambi mengangkat tema pelestarian budaya melalui penyelenggaraan MTQH ke-55.
“Kami mengangkat tema tentang budaya, mewariskan budaya kita melalui salah satu event yang sangat monumental. Sebelas tahun sekali Kota Jambi menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an. Alhamdulillah, tadi mendapat respons yang baik dari seluruh partisipan,” jelasnya.
Maulana menegaskan, MTQH tidak hanya menjadi agenda keagamaan dan ajang perlombaan seni membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki nilai strategis sebagai sarana memperkenalkan tradisi, kearifan lokal, karakter, serta identitas masyarakat Kota Jambi kepada dunia.
Baginya, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga warisan budaya dan memperkuat karakter masyarakat. Teknologi digital tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai jembatan untuk mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.
“Terima kasih, Kota Jambi Bahagia. Selamat menikmati,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menyampaikan salam hangat dari Kota Jambi kepada seluruh peserta forum internasional. Ia juga mengungkapkan kebanggaan atas keterlibatan Kota Jambi dalam gerakan global membangun kota yang memiliki kecakapan literasi media dan informasi.
Diza menyebut MTQH ke-55 sebagai momentum penting yang tidak hanya merayakan keimanan, tetapi juga ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan pelestarian warisan budaya Melayu.
“Visi kami sederhana, menjadikan Kota Jambi sebagai Kota Literasi Media dan Informasi, tempat masyarakat berpikir kritis, berkomunikasi secara bertanggung jawab, serta memanfaatkan teknologi untuk melestarikan budaya dan membangun masyarakat yang inklusif dan berwawasan luas,” ungkap Diza.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Diza memaparkan tiga komitmen utama Pemerintah Kota Jambi dalam membangun masyarakat yang cakap bermedia dan berinformasi.
Pertama, membentuk generasi muda yang cerdas bermedia, mampu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, mengenali informasi menyesatkan, serta menggunakan platform digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Kedua, membawa budaya dan warisan daerah ke ruang digital. Melalui cerita, konten kreatif, dan keterlibatan masyarakat, tradisi Melayu Jambi serta kearifan lokal dapat diperkenalkan secara lebih luas, baik kepada generasi muda maupun masyarakat internasional.
Ketiga, mengintegrasikan literasi media dan informasi ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari dunia pendidikan, komunikasi publik, pariwisata budaya, industri kreatif, hingga penyelenggaraan pemerintahan yang inklusif.
“Semangat ini terangkum dalam kampanye kami, yaitu: Cerdas Bermedia, Lestarikan Budaya, Maju Bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Diza menjelaskan bahwa penyelenggaraan MTQH ke-55 juga menjadi ruang nyata untuk mengimplementasikan nilai-nilai literasi media dan informasi. Momentum berkumpulnya masyarakat dalam memuliakan Al-Qur’an dapat dimanfaatkan untuk mengajak generasi muda menyebarkan pesan positif, memverifikasi informasi, menghargai perbedaan, serta menggunakan media digital sebagai sarana berbagi ilmu dan kebaikan.
Dalam forum tersebut, perwakilan generasi muda dan komunitas juga menyampaikan komitmen mereka untuk memanfaatkan media digital secara bijak, mempromosikan budaya daerah, saling menghormati, serta memastikan setiap informasi yang dibagikan benar dan bermanfaat.
Menanggapi komitmen tersebut, Maulana menegaskan bahwa literasi media dan informasi bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Keberhasilannya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari sekolah, keluarga, media, masyarakat, hingga sektor swasta.
Menurutnya, membangun kota tidak cukup hanya dengan menghadirkan pembangunan fisik dan kemajuan teknologi. Lebih dari itu, diperlukan budaya informasi yang sehat, masyarakat yang kritis, serta ruang digital yang aman dan bertanggung jawab.
Melalui keikutsertaan dalam MIL Cities 2026, Pemerintah Kota Jambi menyatakan kesiapan untuk terus belajar, berkolaborasi, dan berbagi pengalaman dengan kota-kota literasi media dan informasi di berbagai belahan dunia.
Partisipasi ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Kota Jambi di tingkat internasional sebagai kota yang tidak hanya berkembang secara fisik dan teknologi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai budaya, religiusitas, karakter, kecerdasan, dan inklusivitas.
Dari panggung MTQH ke-55, Kota Jambi membawa pesan bahwa pelestarian budaya dan kemajuan teknologi dapat berjalan beriringan. Kekayaan budaya Melayu tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga identitas yang perlu terus diperkenalkan dan diwariskan melalui berbagai platform digital.
Dengan semangat “Cerdas Bermedia, Lestarikan Budaya, Maju Bersama”, Kota Jambi ingin menjadikan teknologi sebagai jembatan pengetahuan, media digital sebagai ruang promosi budaya, serta informasi yang benar sebagai fondasi untuk membangun masyarakat yang maju, berkarakter, dan berdaya saing global.(*)











