Putaran terakhir musim 2025 berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol. Pada seri penutup tersebut, Veda mampu finis posisi ke-10 pada race 1, sebelum mengalami insiden di race 2. Ramadhipa juga harus mengakhiri balapan lebih awal setelah terjatuh di lap terakhir saat bertarung di barisan depan.
Bagi Veda, musim 2025 menjadi fase krusial dalam pengembangan kariernya. Pembelajaran teknis terkait set-up motor, manajemen ban, serta strategi balap menjadi bekal penting sebelum naik kelas ke Moto3 World Championship 2026 bersama Honda Team Asia.
“Saya sangat berterima kasih kepada Junior Talent Team dan Astra Honda atas dukungan penuh sepanjang musim. Banyak pelajaran penting yang saya dapat, terutama dalam memahami set-up motor dan meningkatkan gaya balap,” ujar Veda.
Ramadhipa pun menilai musim 2025 sebagai pengalaman berharga yang membentuk mental dan kematangan balapnya, meski harus menutup musim dengan insiden.
“Saya bersyukur bisa menjalani musim yang penuh tantangan. Kemenangan di Barcelona jadi momen yang tak terlupakan. Ke depan saya akan mempersiapkan diri lebih baik lagi,” kata Ramadhipa.
General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menyampaikan apresiasi atas capaian dua pebalap muda tersebut yang dinilai sebagai hasil nyata dari sistem pembinaan balap berjenjang AHM.
“Veda dan Ramadhipa telah menunjukkan progres luar biasa serta daya saing tinggi di level internasional. Ini membuktikan bahwa pebalap muda Indonesia mampu bersaing di panggung dunia melalui pembinaan yang terstruktur,” ujarnya.
Keberhasilan Veda Ega Pratama dan Muhammad Kiandra Ramadhipa di musim balap Eropa 2025 semakin menegaskan komitmen AHM dalam mencetak pebalap profesional berkelas dunia. Dengan semangat Satu Hati Indonesia Juara, AHM terus membuka jalur prestasi bagi talenta muda Tanah Air untuk mengibarkan Merah Putih di lintasan balap internasional.(*)











