Dalam kesempatan itu, Takaichi juga menjadi pemimpin negara asing terbaru yang menominasikan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian.
Korea Selatan: Penghormatan dan Kesepakatan Finansial
Di Korea Selatan, sambutan terhadap Trump berlangsung dengan upacara militer, penghormatan meriam 21 kali, serta penampilan lagu kebangsaan “Hail to the Chief” dan “YMCA,” yang kerap digunakan dalam kampanye Trump.
Presiden Lee Jae Myung memberikan medali kehormatan tertinggi negaranya serta replika mahkota dinasti kuno Korea kepada Trump.
Dalam pertemuan bilateral, kedua negara menyepakati skema investasi sebesar 200 miliar dolar AS—sekitar 20 miliar per tahun yang akan dikelola di bawah pengawasan pemerintahan Trump. Sebagai imbalannya, tarif ekspor Korea Selatan ke Amerika Serikat akan diturunkan dari 25% menjadi 15%.
Pertemuan dengan Xi Jinping: Titik Berat Diplomasi
Puncak kunjungan Trump terjadi pada hari terakhir di Busan, Korea Selatan, saat ia bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping. Tidak seperti sambutan meriah di negara-negara sebelumnya, pertemuan dengan Xi berlangsung sederhana di sebuah bangunan militer dekat landasan pacu Bandara Internasional Busan.
Kedua pemimpin duduk berhadapan di meja perundingan panjang berwarna putih, didampingi para penasihat utama masing-masing. Pertemuan tersebut menandai momen krusial dalam hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia, dengan pembahasan yang mencakup isu perdagangan, stabilitas regional, serta keseimbangan kekuatan global.
Bagi negara-negara Asia Timur, kunjungan tersebut menjadi ajang penting untuk menegosiasikan ulang hubungan ekonomi dan keamanan dengan Washington di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah.(*)











