Dalam pengujian, siswa dihadapkan pada berbagai materi praktik, seperti perawatan berkala, pengukuran komponen, penerapan SOP, hingga pemeriksaan menggunakan standar Yamaha Diagnostic Tools (YDT). Semua proses diawasi langsung oleh instruktur berpengalaman dari Yamaha.
Kepala SMKN 6 Tebo, Sulaswiji, mengapresiasi penuh dukungan Yamaha Jambi dalam meningkatkan kualitas lulusan.
“Kesempatan ini sangat berharga. Siswa kami tidak hanya diuji, tetapi juga ditempa langsung di lingkungan industri. Ini memastikan mereka lulus bukan sekadar membawa ijazah, tetapi juga kompetensi nyata sebagai teknisi siap kerja,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Yamaha Jambi kembali menegaskan perannya sebagai penghubung antara dunia pendidikan dan industri otomotif.
Langkah ini diharapkan mampu melahirkan generasi mekanik profesional yang siap bersaing dan mendukung perkembangan industri otomotif nasional.(*)











