Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan bahwa Gerakan Penanaman Pohon Serentak ini merupakan bagian dari upaya pemulihan kawasan yang mengalami degradasi dan kerusakan lingkungan.
Bibit yang ditanam meliputi jenis kayu-kayuan, tanaman penghasil Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti buah-buahan, serta berbagai jenis Multi Purpose Tree Species (MPTS).
Gubernur Al Haris juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem hutan, dengan menyinggung berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, akibat menurunnya tutupan hutan dan daya dukung lingkungan.
“Kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan semangat dan motivasi seluruh elemen masyarakat Provinsi Jambi untuk menanam dan memelihara pohon. Penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi harus diikuti dengan perawatan berkelanjutan demi peningkatan tutupan lahan,” tegasnya.
Ia menambahkan, gerakan tanam pohon harus menjadi kesadaran bersama, tidak hanya memanfaatkan hasil hutan, tetapi juga menjaga keberlanjutannya melalui penanaman kembali. Menurutnya, keberadaan pohon sangat penting sebagai penyangga ekosistem, sumber air, serta perlindungan dari bencana alam.
“Gerakan tanam pohon ini sangat penting demi masa depan lingkungan, agar daerah kita tetap hijau, sumber air terjaga, dan lingkungan hidup tetap lestari bagi anak cucu kita,” pungkasnya.
Adapun jumlah bibit tanaman yang berhasil ditanam sebanyak 201.274 batang dengan luas sekitar 503,2 hektare. Bibit tersebut terdiri dari 188.709 batang yang ditanam oleh Kelompok Masyarakat Perhutanan Sosial, 3.330 batang oleh pemerintah kabupaten/kota berkolaborasi dengan UPTD KPHP lingkup Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, serta 9.235 batang oleh pemegang perizinan berusaha di bidang kehutanan.(*)











